PPnBM 0 Persen, Suplai Mobil Bisa Keteteran di Awal Memenuhi Permintaan

Berita Otomotif

PPnBM 0 Persen, Suplai Mobil Bisa Keteteran di Awal Memenuhi Permintaan

JAKARTA – Permintaan terhadap mobil baru diprediksi akan meningkat karena kebijakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen. Akan tetapi, sisi suplainya mungkin bakal keteteran di awal – awal.

Mulai Maret 2021 pemerintah memberikan relaksasi pajak mobil baru secara bertahap selama sembilan bulan, sehingga harganya turun di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Ini dimulai dengan pembebasan PPnBM menjadi 0 persen pada Maret – Mei.

Tidak semua mobil baru yang ada di pasar akan menikmati insentif tersebut. Hanya kendaraan kategori tertentu saja yang disasar yakni kapasitas mesin 1.500 cc ke bawah, diproduksi lokal dengan komponen lokal 70 persen, baik dari sedan maupun jenis berpenggerak 4x2 lainnya.

Ada pula kebijakan Down Payment (DP/Uang Muka) 0 persen. Ini diberikan selama 10 bulan, pada Maret - Desember 2021.

“Pada dasarnya kami percaya relaksasi PPnBM akan meningkatkan permintaan. Tapi suplainya tidak serta-merta. Suplai dalam hal ini adalah produksi,” ucap Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam konferensi pers virtual bulanan pada 19 Februari 2021.

produksi mobil bisa keteteran di awal PPnBM 0 persen mobil baru pada 2021

Menurut dia, dalam kondisi pandemi, proses produksi harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang mengharuskan jeda jarak 1 meter antarburuh. Ini membuat kemampuan perakitan tidak maksimal.

Selain itu, beberapa pemasok komponen juga telah banting setir membuat suku cadang untuk industri lain sebagai upaya bertahan di tengah pandemi. Untuk membuat mereka kembali membuat komponen otomotif butuh waktu.

“Sebelumnya misalnya membuat semikonduktor untuk kendaraan, lalu mereka membuat untuk yang lain, main ke hp (handphone). Ini bukan berlaku untuk satu model mobil, tapi seluruh merek. Pemasok – pemasok seperti ini butuh waktu untuk bisa penuhi permintaan meningkat,” papar Amel.

Dia percaya ini hanya masalah adaptasi dan proses penyesuaian saja. Pada akhirnya, industri mobil bakal bisa memenuhi permintaan konsumen yang diyakini meningkat selama masa relaksasi pajak mobil baru.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di awal tahun telah menetapkan target penjualan mobil 750 ribu untuk pada 2021, meningkat 30 persen dibandingkan tahun lalu. Insentif pajak mobil baru belum membuat target belum direvisi.

Daihatsu sendiri, menurut Amel, belum bisa menebak apakah target tersebut akan dikoreksi menjadi lebih besar atau tetap sama. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar