Penguasaan Astra di Pasar Mobil Semester Satu Mengalami Penurunan

Berita Otomotif

Penguasaan Astra di Pasar Mobil Semester Satu Mengalami Penurunan

JAKARTA – Pangsa pasar PT. Astra International (Grup Astra) di pasar mobil nasional pada semester satu 2018 turun karena ketatnya persaingan. Namun, laba bersih Grup Astra dari seluruh lini bisnis otomotif relatif stabil di kisaran Rp 4,2 triliun berkat performa positif dari bisnis sepeda motor serta komponen.

Transaksi jual-beli mobil Grup Astra, berdasarkan laporan keuangan Januari –Juni yang diterima Mobil123.com pada Kamis (26/7/2018), turun 10 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) menjadi 286 ribu unit. Di saat yang sama, pasar mobil nasional naik 4 persen year on year menjadi 554 ribu unit.

Alhasil, penguasaan Grup Astra di pasar mobil nasional turun dari 56 persen menjadi 48 persen. Di dalam laporan dijelaskan bahwa hal ini terjadi akibat meningkatnya kompetisi.

Sebagai informasi, Grup Astra menangani cukup banyak merek mobil di Indonesia, baik dari Asia maupun Eropa, melalui perusahaan patungan (joint venture). Raksasa bisnis Tanah Air ini membawahi Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, Peugeot, BMW.

Merek-merek tersebut meluncurkan 12 model baru plus empat model revamped sepanjang enam bulan pertama 2018.

Performa kurang baik di sektor roda empat ditutup oleh bisnis roda dua yang ‘hanya’ diwakili merek Honda. Penjualan Honda meningkat 11 persen year on year menjadi 2,2 juta unit.

Pasar kuda besi nasional pun tumbuh 11 persen year on year menjadi 3 juta unit sehingga membuat pangsa pasar Honda tetap 74 persen. Honda sendiri melakukan empat model baru serta 11 model revamped di paruh pertama 2018.

Selain itu, bisnis komponen melalui PT. Astra Otoparts mampu meningkatkan laba bersih mereka sebanyak 4 persen year on year hingga berjumlah Rp 206 miliar. Ini terjadi berkat kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan pasar pabrikan otomotif (OEM/original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

Dengan semua capaian tersebut, laba bersih Grup Astra dari semua lini bisnis otomotif pada semester satu 2018 berjumlah Rp 4,215 triliun. Adapun pada Januari – Juni 2017 jumlahnya adalah Rp 4,20 triliun.

Laba Bersih Tujuh Lini Bisnis
Laba bersih tujuh lini bisnis Grup Astra secara akumulatif pada semester satu 2018 mencapai Rp 10,384 triliun. Dengan demikian, grup membukukan peningkatan laba bersih year on year hingga 11 persen dari pencapaian sebelumnya yaitu Rp 9,340 triliun.

Dari tujuh lini bisnis, ada tiga yang laba bersihnya turun yaitu agribisnis, infrastruktur dan logistik, lalu properti. Adapun empat lainnya yakni otomotif, jasa keuangan, alat berat-pertambangan-konstruksi-dan energi, kemudian teknologi informasi memperlihatkan pertumbuhan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar