Panas, Amerika Tuduh China Ingin Curi Teknologi Mobil Listrik Mereka

Berita Otomotif

Panas, Amerika Tuduh China Ingin Curi Teknologi Mobil Listrik Mereka

WASHINGTON D. C – Dua biro keamanan di Amerika Serikat menuduh China berusaha mencuri teknologi milik ‘Negeri Paman Sam’ di berbagai bidang. Salah satunya teknologi mobil listrik milik para pabrikan otomotif mereka.

China – Amerika Serikat kini sedang terlibat perang dagang. Tensi  memang sudah sedikit mengendur, tapi pernyataan berani Federal Bureau of Investigation (FBI) maupun National Counterintelligence and Security Center (NCSC) bisa menjadi pertanda suhu panas itu masih ada.

Christopher Wray selaku Direktur FBI, seperti dikutip dari Carscoops pada awal pekan ini, mengatakan pemerintah China sekarang sedang berusaha melampaui kepemimpinan Amerika Serikat dalam hal ekonomi serta teknologi.  Wray mengklaim cara itu tidak dilakukan dengan cara-cara yang legal. Negara beraliran komunis ini ia klaim mencoba mencuri teknologi dari Amerika Serikat.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan China mencuri property intelektual Amerika untuk menghindari waktu serta kerja keras yang dibutuhkan dalam sebuah inovasi, kemudian menggunakannya untuk berkompetisi dengan korporasi-korporasi Amerika yang menjadi korban mereka. Karena itu, mereka berlaku curang dua kali,” ujar Wray dalam sebuah konferensi.

Lebih lanjut, menurut Wray, cara China mencuri teknologi Amerika dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah infiltrasi siber, espionase perusahaan atau pencurian riset.

FBI sedang menggelar 1.000 investigasi mengenai usaha China menyengget teknologi Amerika tanpa izin. Investigasi melibatkan seluruh kantor cabang FBI (field office) yang berjumlah 56 dan mencakup hampir seluruh sektor industri.

“Mereka (China) berusaha melakukannya ke perusahaan yang memproduksi berbagai hal, mulai dari teknologi memproduksi beras serta bibit jagung, peranti lunak untuk turbin udara, sampai perangkat medis canggih,” aku Wray.

China, lanjutnya, melakukan apa pun yang dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi mereka dalam persaingan ekonomi serta teknologi. Ia pun meminta korporasi-korporasi di dalam negeri untuk memperketat sistem keamanan, mengecek ulang rantai suplai, dan meninjau kembali kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China.

William R. Evanina selaku Direktur NCSC juga memberikan pernyataan serupa, menurut Reuters. Ia juga menyebut bahwa prioritas China adalah mencuri teknologi pesawat terbang maupun mobil listrik.

‘Negeri Tirai Bambu’ sendiri merupakan pasar mobil listrik terbesar di dunia. Status ini sebelumnya dipegang oleh Amerika Serikat. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support