Pabrikan Otomotif Masih Lebih Suka Manusia Ketimbang Robot

Berita Otomotif

Pabrikan Otomotif Masih Lebih Suka Manusia Ketimbang Robot

NEW YORK  - Manusia masih menjadi pilihan utama produsen mobil dalam memproduksi kendaraan meski belakangan ini pabrik telah dilengkapi dengan banyak robot.

Bloomberg, salah satu media asal Amerika Seritat, melakukan sebuah analisis terkait ketenagakerjaan dan data lain dari 13 produsen mobil. Ke 13 produsen mobil tersebut memiliki sedikitnya 100.000 pekerja pada akhir fiskal terakhir.

Berdasarkan data tersebut ditemukan bahwa pada akhir tahun 2013 dan 2017, 11 dari 13 perusahaan meningkatkan jumlah karyawannya hingga total mencapai 3,1 juta pekerja atau naik sekitar 11 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Nissan dan General Motors menjadi dua perusahaan yang justru mengurangi jumlah tenaga kerja mereka. Nissan turun 2,8 persen dan GM sebesar 18 persen. Penurunan yang cukup signifikan oleh GM ini dipicu oleh dijualnya divisi European Opel-Vauxhall tahun 2017.

Sementara itu, produsen Cina seperti BYD, SAIC Motor Corp dan Dongfeng Motor Group menjadi produsen otomotif yang terbilang cukup menyukai tenaga kerja manusia. Steve Man, Analis Bloomberg Intelligence Hongkong mengatakan bahwa pertumbuhan pasar Cina yang cepat menjadikan produsen lebih menyukai tenaga kerja karena investasi awal terbilang lebih sedikit.

Sedangkan pabrik di pasar mapan seperti Amerika Serikat, pengembangan teknologi umumnya sudah terbentuk. Namun umumnya produsen otomotif akan menyewa R&D dan software development untuk mengembangkan kendaraan listrik, kendaraan otonom dan connected vehicles.

Pada 2017, perusahaan konsultan McKinsey menerbitkan sebuah pernyataan yang mengatakan bajwa robot akan menjadi lebih murah dan lebih tepay untuk melakukan tugas-tugas di pabrik. Bahkan pengembangan teknologi akan terus berkembang sehingga memudahkan produksi kendaraan dan memotong sejumlah jalur yang biasanya dikerjakan manusia.

“Dengan otomatisasi akan mempermudah produksi kendaraan, tetapi proyek tersebut terlalu mahal. Butuh waktu lama untuk diterapkan dan gagal untuk memenuhi kebutuhan bisnis,” ungkap Jonathan Tilley, senior expert McKinsey.

Di Indonesia sendiri, pemerintah sedang gencar dalam mengembangkan Industri 4.0 yang di dalamnya sangat mengutamakan teknologi. Pabrikan otomotif di Indonesia pun menyambutnya dan mulai meningkatkan jumlah robot yang ada pada pabriknya masing-masing. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual