Malaysia Lockdown, Pabrik Toyota dan Honda Ditutup Sementara

Berita Otomotif

Malaysia Lockdown, Pabrik Toyota dan Honda Ditutup Sementara

JAKARTA – Pabrik Toyota dan Honda di Malaysia tutup sementara, setelah negara tersebut memberlakukan lockdown gara-gara peningkatan kasus penularan virus Corona (Covid-19) pada awal 2021.

Toyota, seperti dilaporkan Nikke Asian Review, menghentikan aktivitas produksi dua pabrik mereka di ‘Negeri Jiran’ sejak Kamis (14/12/2021) waktu setempat. Ketika ditanyakan mengenai jangka waktu penutupan pabrik, representatif mereka menjawab bahwa mereka belum membuat keputusan.


Tidak hanya Toyota yang melakukannya. Honda pun menutup dua pabrik mereka di Malaysia.

Malahan, Honda sudah menghentikan operasional sehari lebih cepat daripada Toyota. Satu pabrik itu sendiri memproduksi sepeda motor, sedangkan yang lainnya merakit mobil.

Berbeda dengan Toyota, Honda sudah menentukan jangka waktu penutupan pabrik. Mereka bakal memberlakukan kebijakan ini sampai 26 Januari 2021, jika tidak ada halangan lanjutan.


Malaysia saat ini menetapkan status Darurat Nasional hingga 1 Agustus 2021 gara-gara peningkatan kasus positif virus Corona. Akan tetapi, status tersebut bisa dicabut lebih cepat, jika situasi memungkinkan.

Adapun lockdown Malaysia berlangsung sejak 13 Januari 2021. Pembatasan ruang gerak besar-besaran ini direncanakan berlangsung selama 14 hari, sampai 26 Januari 2021.

Delapan region di negara serumpun Indonesia tersebut melarang warga yang bekerja selain di industri-industri esensial untuk keluar rumah dan bekerja. Ibu Kota Kuala Lumpur termasuk ke dalam region yang memberlakukannya.

Industri otomotif awalnya termasuk ke dalam industri esensial untuk lockdown 2021. Kendati begitu, pemerintah mengeluarkannya dari daftar di ‘menit-menit terakhir’ sebelum lockdown.


Malaysia merupakan produsen otomotif ketiga terbesar di Asia Tenggara (ASEAN). Mereka berada di belakang Thailand serta Indonesia.

Pada 2020, ketika lockdown pertama kali diberlakukan, industri otomotif juga sempat berhenti beroperasi. Alhasil, produksi kendaraan pada Januari – November turun 19 persen menjadi 430 ribu unit.

Perbaikan pasar plus industri otomotif terjadi tahun lalu setelah pemerintah memberikan insentif pajak bagi pembelian mobil baru. Ini berlaku bagi kendaraan penumpang.

Melihat hal itu, industri otomotif Indonesia pada tahun lalu juga sempat meminta insentif pajak kepada pemerintah dengan bantuan dari Kementerian Perindustrian. Akan tetapi, permintaan ditolak Kementerian Keuangan.

Asosiasi pabrikan mobil di negeri ini yaitu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diketahui belum menyerah dan masih berharap Kementerian Keuangan memberikannya tahun ini. Usulan insentif hanya temporer yaitu enam bulan dan menyasar mobil produksi lokal seharga Rp 300 juta ke bawah. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar