Nissan Leaf, Mobil Listrik Pertama yang Bisa Jual Tenaga Listriknya Sendiri

Berita Otomotif

Nissan Leaf, Mobil Listrik Pertama yang Bisa Jual Tenaga Listriknya Sendiri

HAGEN – Nissan Leaf menjadi mobil listrik pertama yang bisa menyalurkan serta menjual tenaga listriknya ke jaringan listrik Jerman. Ini merupakan terobosan, karena mobil listrik bisa jual energi listrik yang mereka hasilkan untuk kebutuhan lain termasuk rumah tangga.

Leaf belum lama ini dikabarkan berhasil memenuhi segala persyaratan regulasi yang ditentukan otoritas Jerman untuk menerapkan teknologi vehicle-to-grid (V2G). Nissan sendiri baru akan melakukan layanan tersebut untuk Leaf mulai tahun depan.

Sebagai informasi, V2G memungkinkan arus listrik dua arah, dari jaringan listrik menuju kendaraan maupun sebaliknya. Hal ini membuat mobil listrik dapat menjadi sumber energi ramah lingkungan tambahan saat permintaan sedang tinggi. Di sisi lain, pemilik pun berpotensi menjual listrik kendaraan mereka.

Nissan menjelaskan bahwa dengan kemampuan tambahan tersebut, Leaf berpeluang meraih konsumen korporasi (fleet). Pabrikan asal Jepang ini akan mengincar korporasi-korporasi yang memiliki lebih dari 60 unit kendaraan.

“Kami sangat percaya dengan masa depan nihil emisi. Baterai Leaf dapat memberikan kontribusi penting terhadap transisi energi di Jerman serta masa depan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Guillame Pelletreau, Vice President and Managing Director Nissan Center Europe.

Mobil listrik memang menjadi masa depan industri otomotif, terdorong oleh keberpihakan regulasi negara-negara maju terhadap teknologi tersebut. Riset serta pengembangan pabrikan yang dahulu terpecah jelas antara mobil listrik dengan mobil hidrogen pun kini tak lagi terjadi.

Data International Energy Agency’s (IEA) Global Electriv Vehicles Outlook memperlihatkan bahwa pada 2017 terdapat 3 juta mobil listrik di seluruh dunia. Jumlah itu diproyeksikan meroket menjadi 280 juta mobil listrik pada 2040.

Adapun Nissan merupakan pionir pasar mobil listrik karena menjadi pabrikan pertama yang memproduksi massal serta meluncurkan Leaf pada 2010. Hingga sekarang, mereka berhasil menjual sekitar 370 ribu unit mobil listrik.

Bersama-sama dengan anggota aliansi mereka yaitu Renault, Nissan juga agresif meriset integrasi baterai mobil listrik dengan jaringan energi secara luas. Nissan bergantung pada standar pengecasan CHAdeMO yang dikembangkan bersama-sama dengan beberapa pabrikan Jepang, menyaingi sistem supercharger pengembangan Tesla plus Combines Charging System (CCS) pengembangan pabrikan-pabrikan mobil Eropa. CCS, seperti CHAdeMO, mampu menerapkan teknologi V2G. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar