Nissan Berencana jual Sahamnya di Mitsubishi, Lalu Bagaimana Nasib Aliansi?

Berita Otomotif

Nissan Berencana jual Sahamnya di Mitsubishi, Lalu Bagaimana Nasib Aliansi?

YOKOHAMA - Nissan dikabarkan berniat menjual sahamnya di Mitsubsihi Motor. Lalu bagaimana nasib aliansi Nissan, Renault dan Mitsubishi, sejauh apa pengaruh penjualan saham ini?.

Nissan sendiri memiliki 34 persen saham di Mitsubishi Motors sejak 2016. Saat itu Corlos Ghosn yang masih memimpin Renault dan Nissan punya andil melakukan langkah penyelamatan Mitsubishi Motor Corporation (MMC) yang mengalami penurunan penjualan signifikan sehingga terancam bangkrut.

Untuk menguasai sekitar 1/3 saham dari MMC, Nissan harus merogoh kocek hingga $ 2.2 miliar. Dan kemudian terciptalah aliansi, sementara MMC mulai berhasil memperbaiki kondisi keuangannya. 

Niat Nissan untuk menjual saham Mitsubishi Motors kemudian mencuat baru-baru ini. Mereka di kabarkan sedang menjajaki kemungkinan menjual saham tersebut, jumlahnya sendiri belum jelas, apakah sebagian atau malah seluruhnya.

Nissan Berencana jual Sahamnya di Mitsubishi, Lalu Bagaimana Nasib Aliansi?
Yang menarik, setelah berita ini muncul dipermukaan, saham Nissan langsung melonjak 5 persen. Kenaikan juga terjadi pada saham Mitsubishi yakni sekitar 3 persen.

Melihat dari kondisinya, salah satu kemungkinan terbaik bagi Nissan adalah menjual sahamnya ke entitas grup Mitsubishi. Seperti contohnya ke Mitsubishi Corp, yang sudah memiliki seperlima dari Mitsubishi Motors.

Reuters mengabarkan bahwa juru bicara Nissan dan Mitsubishi masih dalam suara yang sama. Keduanya masih menyatakan akan terus mempertahankan aliansi, dan hal ini tidak ada kaitannya dengan kerjasama mereka.

"Tidak ada rencana untuk mengubah struktur modal dengan Mitsubishi," ungkap juru bicara Nissan dalam pernyataannya lewat email ke Reuters.

Untuk diketahui, saat ini Nissan yang 43 persen sahamnya dimiliki oleh Renault sedang dalam upaya memangkas perkiraan kerugian operasional fiskal year tahun ini hingga Maret 2021 sebesar 28 persen. Harapan mulai tampak ketika kembalinya permintaan produk-produk mereka terutama di China.

Sementara itu Mitsubishi juga sedang berupaya menahan kerugian operasional mereka di fiskal years kali. Pabrikan mobil terbesar keenam di Jepang ini memperkirakan kerugian hingga 140 miliar yen atau hampir Rp 19 triliun.

Keduanya, baik Nissan maupun Mitsubishi dikabarkan sedang berada di jalur untuk memangkas tingkat produksi dan biaya lainnya dalam upaya kembali ke profitabilitas. 

Khusus untuk Nissan, saat ini juga sedang fokus menyelesaikan ruwetnya masalah mereka dengan mantan CEO Carlos Ghosn. Kabar terakhirnya mereka tengah mengajukan gugatan perdata pada Ghosn sekitar Rp 1.3 triliun. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar