Isi Surel yang Bocor Perkuat Dugaan Konspirasi Nissan Penjarakan Ghosn

Berita Otomotif

Isi Surel yang Bocor Perkuat Dugaan Konspirasi Nissan Penjarakan Ghosn

YOKOHAMA – Isi e-mail (surat elektronik/surel) yang bocor ke media massa menguatkan dugaan bahwa Nissan berkonspirasi menjebak mantan bos besar mereka Carlos Ghosn hingga masuk penjara.

Carlos Ghosn, eks Chairman of The Board dan Representative Director Nissan Motor Corporation (NMC), ditangkap serta dipenjara di Jepang pada akhir 2018 dengan tuduhan pemalsuan laporan pendapatan pribadi serta penyalahgunaan wewenang. Ghosn sendiri berhasil melarikan diri ke Lebanon pada akhir 2019, lewat cara yang mirip dengan skenario dalam film-film agen rahasia.

Ghosn selalu mengatakan bahwa ia dijebak dan tak bersalah. Bukti terakhir memperkuat perkataannya.

Bukti tersebut, menurut hasil investigasi Bloomberg yang dipublikasikan baru-baru ini, adalah korespondensi surel antara para pembesar NMC pada awal 2018 plus pernyataan dari sumber yang mengetahui permasalahan tersebut. Percakapan dalam surel itu berisi kampanye untuk menyingkirkan Ghosn, setelah ia ingin menyatukan Nissan – Renault ke dalam satu perusahaan.

Kedua pabrikan memang menjalin aliansi sejak penghujung 1990-an, setelah Renault membeli mayoritas saham Nissan. Aliansi diperkuat lagi dengan masuknya Mitsubishi, setelah 34 persen sahamnya dibeli Nissan.

Lebih lanjut, Hari Nada, mantan Chief Executive Officer NMC, menjadi ‘pusat’ dari diskusi dalam surel. Saat Ghosn ditangkap, ia merupakan sosok yang kemudian menjadi saksi yang memberatkan dari pihak jaksa.

Di dalam surel, Nada antara lain mengutarakan kecemasannya terhadap rencana Ghosn menyatukan Nissan – Renault. Ia mengatakan kepada Hitoshi Kawaguchi, manager senior yang bertanggungjawab mengenai relasi dengan pemerintah, bahwa Nissan mesti beraksi untuk ‘menetralisir inisiatif Ghosn sebelum semuanya terlambat’.

Menjelang penangkapan Ghosn di Bandara Haneda Tokyo pada 18 November 2018, Nada, menurut sumber yang menolak diungkap namanya, memberikan memo kepada Hiroto Saikawa yang ketika itu menjadi CEO NMC untuk menginisiasi pembatalan perjanjian di dalam aliansi yang menguntungkan Renault, juga mengusahakan hak Nissan untuk membeli kembali saham dari pabrikan asal Prancis tersebut.

Nada juga meminta Saikawa mengusahakan hilangnya hak Renault untuk menominasikan orang untuk posisi Chief Operating Officer maupun jabatan-jabatan vital lain dalam NMC. Menurut dia, pencopotan Ghosn dari posisinya saat itu menjadi faktor penting untuk menyukseskan rencana tersebut.

Setelahnya, Nissan ia dorong untuk membentuk kembali organisasi. Ia menyarankan Saikawa bergerak cepat mendesak Renault untuk secepatnya mendorong naik posisi Nissan di dalam aliansi, setelah Ghosn ditangkap.

Nada juga meminta agar tuduhan-tuduhan terhadap Ghosn diperbanyak. Menurutnya, usaha ini nantinya didukung oleh kampanye media untuk memastikan penghancuran reputasi CG (Carlos Ghosn) dengan cukup keras’.

Nissan, ketika dimintai konfirmasi, menyebut segala dokumen yang diterima Bloomberg telah dipalsukan. Nada tidak merespons email ataupun telepon, Kawaguchi menolak berkomentar, demikian pula dengan Jaksa Penuntut di Pengadilan Tokyo maupun perwakilan Renault yang dihubungi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar