Mobil Nganggur di Rumah, Mending Dijual atau ?

Berita Otomotif

Mobil Nganggur di Rumah, Mending Dijual atau ?

JAKARTA – Mobil yang lebih banyak menganggur di rumah karena kebijakan WFH (Work From Home) sebaiknya dipertimbangkan untuk mendapatkan beberapa pilihan menguntungkan.

Mobil sejatinya adalah aset yang membutuhkan biaya perawatan dan operasional. Ketika jarang digunakan, maka Anda hanya akan memiliki pengeluaran pasif untuk sebuah aset yang tidak produktif.

Mobil yang jarang digunakan dihadapkan dengan beberapa masalah yang bisa terjadi seperti aki tekor, tekanan angin ban berkurang, rem bermasalah dan masih banyak lagi yang menanti. Masalah pada kendaraan akan terus berdatangan, seiring dengan semakin lamanya mobil menganggur di rumah.

Jika mobil masih digunakan meskipun tidak setiap hari, artinya kendaraan tersebut masih berguna. Maka cara agar tidak mengalami banyak masalah perawatan mobil secara rutin sangatlah diperlukan. Hal ini bisa untuk mencegah terjadinya pembengkakan pengeluaran.

Mobil yang jarang dipakai harus tetap dilindungi, selain menggunakan kunci ganda, mobil juga bisa terlindungi secara finansial dengan asuransi. Asuransi TLO (Total Loss Only) merupakan pilihan yang bijak, pada mobil yang jarang keluar rumah. Asuransi menjadi penting karena risiko kehilangan mobil yang berarti kehilangan aset masih tetap ada.

Apabila mobil lebih banyak menganggur di rumah dan tidak tahu kapan lagi akan digunakan. Maka ada baiknya mobil dibuat lebih bermanfaat atau dijual sekalian agar tidak mengalami depresiasi harga yang kian tinggi. Berikut ini beberapa saran dari Lifepal mengenai mobil menganggur di rumah.

Bila masih memiliki waktu untuk mengelola aset ini menjadi aset produktif, Anda bisa menyewakan mobil atau menjadikannya sebagai armada taksi online untuk menambah pemasukan bulanan.
Mobil Menganggur
Namun ingat bahwa, asuransi mobil bisa hangus ketika Anda mengubah fungsi mobil pribadi menjadi kendaraan komersial. Ketika asuransi hangus maka klaim pun tidak bisa dilakukan. Hubungi pihak asuransi mobil terkait perubahan fungsi kendaraan Anda. Pihak asuransi tentu akan melakukan penyesuaian premi asuransi yang sudah diubah menjadi kendaraan komersial, mengingat risiko mobil komersial cenderung lebih tinggi ketimbang mobil pribadi.

Jika Anda sendiri tidak memiliki urgensi menggunakan mobil kembali karena lebih sering WFH, mendadak nyaman menggunakan sepeda motor, kendaraan umum, atau transportasi online, maka tidak ada salahnya untuk menjual mobil Anda.

Seperti yang dijelaskan di atas, mobil tak terpakai tetap akan menimbulkan pengeluaran seperti biaya perawatan, penggantian suku cadang, asuransi, dan pajak tahunan. Ketika aset tersebut bersifat tidak produktif, maka pengeluaran itu terbilang sia-sia.

Di samping itu, mobil adalah aset yang nilainya terus mengalami depresiasi. Tidak seperti properti atau aset investasi lain yang makin hari nilainya makin bertambah.

Segera cari tahu harga pasaran mobil tersebut di situs jual beli mobil untuk menentukan harga jual mobil Anda, dan pastikan segala surat legalitas mobil Anda tersedia. Pada intinya, kepemilikan mobil tentu membutuhkan komitmen, menjadikan mobil menjadi aset tak produktif tentu akan merugikan Anda dalam jangka panjang. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar