Mobil Matik Makin Digemari di Indonesia, Ini Kelebihan & Kekurangannya

Panduan Pembeli

Mobil Matik Makin Digemari di Indonesia, Ini Kelebihan & Kekurangannya

Mobil bertransmisi matik yang dahulu dihindari para konsumen di Indonesia kini semakin jadi pilihan. Transmisi jenis ini lebih memudahkan ketimbang yang manual, tapi tetap punya kelebihan serta kekurangan.

Keengganan para pembeli mobil di Nusantara terhadap mobil matik, sekarang semakin berkurang.

Para eksekutif agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil di Indonesia, dalam berbagai kesempatan, mengakui mobil matik kini makin jadi preferensi khususnya untuk konsumen-konsumen di kota-kota besar.

Faktor kemacetan yang semakin menjadi-jadi serta edukasi dari para ATPM merupakan dua alasan mengapa transmisi ini kian hari kian digemari.

kabin mobil Toyota yang bertransmisi otomatis

Teknologi mobil matik juga terus berkembang, sehingga rasa berkendaranya yang dulu lamban kini bisa direduksi secara signifikan. Buktinya, mobil-mobil beperforma tinggi seperti supercar maupun hypercar pun sekarang lazim menggunakan girboks jenis ini.

Meski demikian, pemilik mobil tanpa pedal kopling di kaki ini mesti menyiapkan duit ekstra. Pasalnya, perawatan mobil matik secara umum lebih mahal ketimbang mobil manual.

Di samping itu ada lagi beberapa aspek yang mesti dicermati dari mobil matik.

Pada artikel kali ini, Mobil123.com akan membahas mengenai kekurangan maupun kelebihan mobil matik berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber.

kabin mobil bertransmisi otomatis

Kelebihan Mobil Matik

  • Cara Pengoperasian Mudah

Keunggulan pertama dari mobil matik adalah pengoperasiannya yang mudah. Inilah yang membuat makin banyak pengemudi di kota-kota besar di Indonesia makin banyak ‘jatuh hati’ dan memilihnya ketimbang mobil manual.

Soalnya, kaki kiri tidak perlu repot-repot menekan dan melepas pedal kopling setiap pergantian gigi. Di kondisi jalan yang macet, aktivitas tersebut tentu bisa cukup melelahkan.

Pada girboks otomatis, pergantian gigi diatur secara otomatis oleh sistem elektronik dan komputer.

Kaki kiri pengemudi pun bisa ‘beristirahat’ dengan tenang. Hanya kaki kanan yang bekerja untuk mengatur pedal gas dan rem secara bergantian.

  • Tidak Membuat Kagok di Tanjakan

Tanjakan, bagi para pengemudi pemula, bisa jadi merupakan momok yang menakutkan. Saat sedang membawa mobil manual, mereka harus piawai dan sigap mengatur keseimbangan tiga pedal (gas, rem, kopling) menggunakan dua kaki dalam waktu bersamaan.

Belum lagi tangan kiri yang mesti siaga mengganti-ganti tuas transmisi sesuai situasi.

Beda halnya ketika mengendarai mobil matik. Pada saat ingin melaju, tinggal menekan pedal gas. Begitu pula ketika terpaksa berhenti, tinggal berganti menekan pedal rem.

  • Menghemat Tenaga

Dengan cara pengoperasian yang gampang dan tak seribet mobil manual, mobil matik bisa lebih menghemat tenaga pengemudi. Jadi, ketika menerabas kemacetan parah di pagi hari untuk ke kantor, kondisi fisik maupun mental relatif lebih terjaga.

Begitu pula ketika pulang kantor di sore atau malam hari. Tenaga dan konsentrasi yang sudah banyak terpakai setelah bekerja dalam waktu panjang tidak dikuras lagi oleh keribetan mengoperasikan mobil manual di tengah kemacetan.

Kekurangan Mobil Matik

  • Biaya Perawatan Lebih Mahal

Seperti disebutkan di awal pembahasan, biaya perawatan mobil matik sedikit-banyak lebih mahal ketimbang mobil manual. Salah satu aktivitas servis rutin yang cukup banyak menyedot biaya adalah penggantian oli mobil matik yang lebih beragam dan lebih banyak.

Belum lagi ketika ada suku cadang pada girboks yang sudah waktunya untuk diganti. Harganya lebih mahal daripada komponen-komponen pada transmisi manual.

  • Lebih Boros Bahan Bakar Minyak (BBM)

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa konsumsi BBM mobil matik lebih boros jika dibandingkan dengan tipe manual, untuk model yang sama. Inilah mengapa para ATPM kerap memberikan dua versi konsumsi BBM—untuk varian transmisi manual dan matik—pada model-model yang mereka luncurkan di Indonesia.

Alasan kenapa itu bisa terjadi antara lain karena putaran mesin per menit (rotation per minute/rpm) mobil matik lebih tinggi daripada mobil manual, dalam jangka waktu yang sama.

  • Berpotensi Rusak Kalau Didorong Saat Mogok

Mobil matik juga disarankan untuk tidak didorong ketika sedang mogok. Pangkal isunya adalah sistem penyaluran oli pada pompa hidrolik girboks yang hanya bekerja saat mesin mobil menyala.

Sementara itu, transmisi otomatis akan tetap ‘bekerja’ ketika roda mobil yang mogok didorong. Dengan tidak adanya pelumasan ketika situasi itu terjadi, maka potensi terjadinya kerusakan pada girboks pun muncul.

Pemilik mobil matik disarankan untuk langsung menelpon layanan darurat bengkel resmi atau layanan derek, begitu kendaraan mengalami mogok.

Sudah jelas, kan, sekarang kelebihan dan kekurangan dari mobil matik? Jadi, Mobilovers tahu betul persiapan dasar apa yang mesti dilakukan ketika membelinya dan juga bagaimana ‘memperlakukan’ jenis transmisi ini. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar