Cabut dari Indonesia, Penjualan Chevrolet Sebenarnya Bukan yang Terburuk

Berita Otomotif

Cabut dari Indonesia, Penjualan Chevrolet Sebenarnya Bukan yang Terburuk

JAKARTA - General Motors (GM), yang berjualan mobil merek Chevrolet di Indonesia, telah memutuskan hengkang. Apakah penjualan mereka memang seburuk itu?

Sekadar mengingatkan, GM pada 28 Oktober 2019 secara resmi mengumumkan rencana menghentikan penjualan di Tanah Air. Hal itu tak langsung dilakukan begitu pengumuman dibuat, tapi baru akan terjadi pada Maret 2020.

Alasan mereka adalah kesulitan meraih profit berkesinambungan dan ingin mempersempit fokus. Akan tetapi, mereka berjanji bakal tetap melanjutkan purnajual, termasuk urusan garansi serta servis.

GM, yang masih mengimpor utuh seluruh model, sebenarnya bukan pemain terburuk di industri otomotif Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari - September menunjukkan merek Chevrolet berada di peringkat ke-18 untuk penjualan wholesales (distribusi ke dealer) dengan 970 unit serta peringkat ke-16 untuk penjualan retail (distribusi ke konsumen) dengan 1.237 unit di dalam daftar peringkat merek kendaraan penumpang plus merek kendaraan niaga.

Dalam perspektif wholesales, di bawah Chevrolet masih ada Tata (533 unit), MINI (500), Scania (384), Volkswagen (234), FAW (195), Renault Maxindo (144), Peugeot (78), Renault AEI (29), Audi (26) MAN Truck (26), Proton (0), Infiniti (0), Hyundai Commercial (0). Sementara, dalam sudut pandang retail Chevrolet masih mengungguli Hyundai (1.077), Lexus (997), Tata (600), MINI (500), Scania (384), Volkswagen (234), FAW (195), Renault Maxindo (144), Peugeot (78), Renault AEI (75), Audi (26), MAN Truck, Proton (23), Infiniti (0), Hyundai Commercial (0).

Di antara merek-merek itu ada yang masih pula mengimpor utuh model yang mereka jual. Ada misalnya Lexus, Tata, MINI, Volkswagen, Renault Maxindo, Peugeot, Audi.

Sejauh ini, GM belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai pihak yang akan mengurusi layanan purnajual mobil-mobil mereka di Indonesia. GM merupakan pabrikan otomotif asal Amerika Serikat kedua dalam tiga tahun terakhir yang pergi dari Indonesia.

Sebelumnya, pada Januari 2016, ada Ford yang telah lebih dulu hengkang. Ford lalu menunjuk RMA Group pada kuartal keempat 2016 untuk menangani jaminan garansi serta layanan servis plus perbaikan kendaraan-kendaraan mereka di Nusantara.

Satu hal yang patut diketahui, penjualan Ford sebelum keluar dari Indonesia pun bukan yang terburuk. Data Gaikindo menunjukkan secara wholesales Ford pada 2015 ada di peringkat 11 merek mobil penumpang dan kendaraan niaga dengan 4.986 unit dan secara retail berada pula di peringkat 11 dengan 6.103 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support