Mercedes dan BMW Indonesia Beda Sikap Hadapi Ancaman Virus Corona

Berita Otomotif

Mercedes dan BMW Indonesia Beda Sikap Hadapi Ancaman Virus Corona

JAKARTA – Mercedes-Benz dan BMW Indonesia sejauh ini mengambil sikap berbeda dalam menghadapi ancaman virus Corona. Merek yang disebut pertama sedang mendiskusikan perubahan target penjualan, sementara pesaing terberatnya belum.

Virus Corona, yang diketahui masuk Indonesia setelah Presiden Joko Widodo mengumumkannya pada 2 Maret 2020, per Minggu (15/3/2020) telah membuat 117 warga di negara ini terinfeksi. Virus bernama resmi Covid-19 ini juga telah membuat industri otomotif was-was serta waspada terhadap potensi disrupsi.

Akan tetapi, sejauh ini, merek-merek otomotif masih terpecah menjadi dua bagian. Di satu sisi, ada yang telah mencanangkan perubahan target penjualan seperti misalnya Mercedes-Benz.

Sementara, di sisi lain, terdapat mereka yang belum merevisi target. BMW menjadi salah satunya.

Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operations and Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), ketika ditemui pada Kamis (12/3/2020) di Jakarta mengatakan dari sisi produksi wabah virus Corona di dunia tidak mempengaruhi produksi lokal. Pasalnya, suplai komponen untuk pabrik di Wanaherang, Bogor berasal dari Jerman.

Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communication MBDI, menambahkan pandemi Covid-19 tetap memiliki ancaman untuk bisnis mereka. Ancaman itu adalah tertahannya daya beli karena publik beralih fokus, dari awalnya ingin membeli mobil menjadi mengamankan kebutuhan pokok.

“Kami lihatnya sebagai satu hal yang harus dipertimbangkan sehingga perilaku kami dalam melakukan aktivitas pemasaran akan menyesuaikan,” tandasnya.

Mercedes-Benz, lanjut dia, kini sedang membicarakan koreksi target demi mengantisipasi potensi tersebut. Target awal mereka sendiri tidak ia sebutkan.

“Sedang digodok,” tegasnya.

BMW, secara kontras, menerangkan target penjualan mereka masih sama. Belum ada pemikiran mengubahnya.

“Karena memang kami melihat dari penjualan Januari dan Februari saja kami masih memenuhi target dan kami tetap masih optimistis sampai dengan bulan ini dan ke depannya masih terus bertumbuh karena kami melakukan banyak sekali penanganan,” ujar Jodie O’Tania, Communications Director BMW Group Indonesia tanpa menyebutkan rincian target pada Jumat (13/3/2020) di Jakarta.

Bayu Riyanto, Vice Presiden Sales BMW Group Indonesia, mengatakan pasar pada 2020 ini memang berat. Tapi, mereka sudah menganalisa hal ini sebelumnya sejak ketika ada virus Corona merebak.

BMW, hingga Januari 2020, berdasarkan data wholesales Gaikindo unggul dari Mercedes-Benz dengan penjualan 175 unit, sama dengan Januari tahun sebelumnya. Adapun Mercedes membukukan 124 unit, turun 56,94 persen.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menaungi merek-merek mobil global di Tanah Air sejauh ini belum mengubah target penjualan 2020. Perkiraan masih 1,050 – 1,1 juta, naik 5 – 6 persen ketimbang 2019. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar