Harga Mercedes-Benz E 350 EQ Boost Rakitan Lokal Nyaris Rp 1,5 Miliar

Mobil Baru

Harga Mercedes-Benz E 350 EQ Boost Rakitan Lokal Nyaris Rp 1,5 Miliar

JAKARTA – Mercedes-Benz E 350 EQ Boost resmi diluncurkan di Indonesia dengan harga Rp. 1,499 miliar off the road.

Menariknya, meski hadir dengan teknologi baru dan memiliki beragam keunggulan, Mercedes-Benz E 350 EQ Boost rupanya diproduksi lokal. Hal inilah yang membuat harganya diklaim cukup kompetitif untuk sedan sekelasnya.

"Ini dirakit lokal,” ujar Radite Erlangga, Departemen Manager, Product and Pricing Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).

Mercedes-Benz E 350 EQ Boost hadir dengan desain eksterior yang menarik dengan tambahan headlamp multibeam LED dengan Adaptive Highbeam Assist Plus, roda AMG 5 Twin Spoke light alloy berukuran 19 inchi dan penambahan panoramic sliding sunroof.

Sementara pada bagian interior, Mercedes-Benz E 350 EQ Boost tampil modern dengan hadirnya beberapa tampilan informasi secara digita sepeti speedometer. Kenyamanan berkendara juga dijaga dengan mampunya sistem hiburan untuk tersambung pada smartphone untuk Apple CarPlay ™ dan Android Auto dan Burmester Surround Sound System.

Mobil ini telah menggunakan mesin bensin empat silinder terbaru yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 299 hp dan torsi maksimum 400 Nm. Dengan mesin ini, Mercedes-Benz E350 EQ mampu melesat hingga 100 km/jam dalam waktu 5,9 detik dan mencapai kecepatan maksimal 250 km/jam.

Fitur spesial di dalam mesin ini adalah turbocharger twin-scroll, belt-driven alternator-starter 48 V (EQ Boost) dan electric water pump 48 V. Teknologi 48 V on-board memungkinkan starter-alternator menghasilkan efisiensi dengan menghadirkan fungsi hybrid.

Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan yang menjadikan mobl lebih mudah di nyalakan, meningkatkan pembakaran pada rentang putaran mesin hingga 2.500 rpm dengan output tambahan hingga 10 kW dan torsi 150 Nm dari motor listriknya, pemulihan hingga 12 kW saat pengereman dan beroperasi sesuai karakteristik mesin yang diinginkan.

Selain mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2, teknologi ini juga meningkatkan kenyamanan berkendara karena mampu menghidupkan mesin pembakaran internal yang membuat kecepatan saat idle terasa lebih halus. Hal ini membantu mengatasi NVH (noise, vibration, harshness) dan menmbuat transisi saat mesin dinyalakan menjadi lebih lembut. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support