Menelisik Fitur GVC Mazda CX-3 yang Kasat Mata dan Kasat Rasa

Review

Menelisik Fitur GVC Mazda CX-3 yang Kasat Mata dan Kasat Rasa

JAKARTA - G-Vectoring Control (GVC) diciptakan Mazda khusus untuk terus menyempurnakan driving dinamics demi meningkatkan kenyamanan dan keselamataan berkendara.

Berbicara mobil-mobil Mazda seperti CX-3 tentunya tidak terlepas dari kelengkapan fitur teknologi terkini yang menjadi andalannya. Namun saat membolak-balik brosur sebelum memulai perjalanan media Drive Mazda CX-3 yang dilakukan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), kata SkyActiv lagi-lagi mendominasi setiap lembar halaman penuh informasi tersebut.

Mungkin hampir semua dari Anda telah mengetahuinya. SkyActiv singkatnya adalah teknologi yang memadukan antara kerja mesin, transmisi, sasis serta bodi andalan Mazda. Teknologi ini terbukti dapat mempertemukan titik terbaik antara performa dan konsumsi BBM.

Di lembar brosur selanjutnya yang menarik perhatian tentunya i-ACTIVSENSE (khusus pada varian Mazda CX-3 GT). Sistem keamanan serta keselamatan dalam berkendara ini mencakup fitur ALH (Adaptive LED Headlamps), BSM (Blind Spot Monitoring) + RCTA (Rear Cross Traffic Alert), LDWS (Lane Departure Warning System), SCBS-Forward (Smart City Brake Support-Forward) dan DAA (Driver Attention Alert). Banyak dari Anda mungkin pernah membaca dan memahami unjuk kerjanya.

Lalu kemudian sampai titik di mana pihak Mazda menjelaskan fitur baru G-Vectoring Control (GVC). Dalam penjelasan disebutkan dengan teknologi ini, mobil semakin menyenangkan untuk dikontrol terutama saat melibas tikungan. Selain itu mampu mereduksi gejala negatif dalam berkendara terutama hempasan atau goyangan berlebihan pada seluruh penumpang saat pengemudi melakukan manuver.

Lalu bagaimana cara kerjanya? PT EMI telah mempersiapkan area di Sirkuit Sentul, Jawa Barat untuk membuktikan kinerjanya GVC.

2 Mazda CX-3 dari generasi berbeda disiapkan sebagai kendaraan uji. Perbedaannya adalah Mazda CX-3 menggunakan dan tanpa menggunakan VGC.

Mazda CX-3 pertama yang Mobil123.com rasakan adalah tanpa VGC. Secara umum dalam melakukan manuver cukup ekstrim di jalan tidak rata bercampur tanah berair, mobil bergerak sedikit liar dan saat duduk di belakang goyangan tubuh sangat terasa. 

Rasanya cukup berbeda ketika mencoba Mazda CX-3 dengan GVC. Saat melakukan manuver yang sama, mobil dapat lebih mudah dikendalikan dan praktis goyangan tubuh saat duduk di belakang sedikit terduksi, atau tidak terlalu terhempas. 


GVC sendiri bekerja berdasarkan 3 elemen yakni kecepatan mobil, gerakan stir dan pedal gas. Para engineer Mazda mencoba untuk menterjemahkan teori dasar pada saat masuk tikungan. 

Artinya untuk mencapai postur alami mobil saat belok, beban vertikal pada ban depan harus ditingkatkan dengan dipicu oleh sedikit perlambatan. Jika ini dilakukan dengan benar, lemparan gaya ke depan (longitudinal G-Force) terjadi sangat alami. 

Ini sering dilakukan di dunia balap saat melibas tikungan. Banyak pembalap mengistilahkan "slow in fast out" yang artinya melambat saat masuk tikungan dan kemudian bergerak cepat pada akhir tikungan. Dari titik ini mobil lebih mudah dikendalikan.

Dan untuk itu, VGC bekerja untuk mereduksi torsi pada roda secara otomatis dalam sepersekian detik sejak pedal gas diangkat serta setir mulai dibelokkan. Sensor dengan cerdas membaca gerak mobil untuk selanjutnya mengatur respon gerak stir dari pengemudi. Dengan ini, pengemudi juga tidak akan serting melakukan koreksi stir pada beragam kondisi pengendaraan.

Kabarnya, saat bekerja maksimal, reduksi torsi maksimal hanya 3 persen dan sistem dapat menghasilkan .05 G saat pengurangan kecepatan. Ini mungkin tidak terasa oleh kebanyakan orang awam seperti kita, kecuali Anda pengemudi F1 yang kebanyakan super sensitive saat mendeteksi perbedaan G-Force.  

Jadi jangan heran jika nanti Anda sudah resmi meminang Mazda CX-3, tidak signifikan dalam menikmati kinerja GVC. Anda butuh pembanding seperti yang Mobil123.com lakukan di atas atau melihat hasil data lab saat pengujian.

GVC sendiri telah menjadi kelengkapan standar bagi seluruh model terbaru Mazda. Fitur ini  bekerja permanen tanpa tombol on/off, tidak berfungsi hanya saat idle atau pedal gas diangkat seperti waktu melewati jalan menurun.

Pada titik ini boleh dibilang Mazda adalah pabrikan kendaraan yang sangat perhatian pada dynamic driving demi kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Dalam menciptakan mobil dan teknologinya, Mazda selalu didasari filosofi Jinba Ittai, yang artinya pengemudi dengan mobil adalah satu kesatuan. 

Terakhir, meski kasat mata serta bagi sebagian orang kasat rasa, namun GVC memberi banyak manfaat dalam berkendara. Dan apa yang terus dilakukan Mazda dalam menciptakan dynamic driving perlu diapresiasi serta diperhatikan lebih lanjut.

Tak heran, jika belakangan produk-produk Mazda seperti contohnya Mazda CX-5 mendapat segudang penghargaan dari seluruh dunia. Karena jujur, jika membandingkan seluruh range produk Mazda dengan kompetitor-kompetitornya mungkin akan memiliki driving dinamic yang lebih baik. 

Hal tersebut tentunya berkat update teknologi yang terus dikembangkan Mazda. Namun memang, dengan teknologi yang lebih advanced, harga jualnya akan sedikit lebih tinggi dibanding kompetitor di kelasnya. Tapi jika ditelisik lebih dalam terutama dari sisi value for money, rasanya masih dalam batas toleransi. Lagiankan, "ada harga, ada rupa".  [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual