Lama Tutup karena Corona, Pabrik Mobil Terbesar di Dunia Beroperasi Lagi

Berita Otomotif

Lama Tutup karena Corona, Pabrik Mobil Terbesar di Dunia Beroperasi Lagi

WOLFSBURG – Pabrik mobil terbesar sejagad raya milik salah satu merek terlaris dunia akhirnya dibuka lagi, setelah lama tutup gara-gara pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, ada 100 perubahan pada aktivitas produksi karena pandemi belum sepenuhnya berakhir.

Pabrik di Wolfsburg, Jerman kepunyaan Volkswagen (VW), seperti dikutip dari CNN.com, kembali beroperasi pada Senin (27/4/2020) kemarin. Fasilitas perakitan mobil itu telah tutup sejak 19 Maret kemarin seiring dengan semakin mewabahnya virus Covid-19 di Benua Biru.

Pandemi Corona membawa rekor buruk tersendiri bagi pabrik. Pasalnya, penutupan sejak 19 Maret – 26 April 2020 merupakan pemberhentian produksi terlama di pabrik berusia 82 tahun itu.

Hingga detik ini, pabrik yang berdiri sejak 1938 tersebut masih berstatus sebagai pabrik otomotif terbesar sedunia. Luasnya mencapai 6,5 juta meter persegi dan pada tahun lalu dari pabrik ini ‘lahir’ sekitar 700 ribu unit mobil—setara dengan sekitar 3.500 unit per hari.

Di sana lah, model legendaris VW yakni Beetle (disebut VW Kodok di Indonesia—red) diproduksi selama tiga dekade. Beetle sendiri sekarang sudah disuntik mati.

Saat ini, pabrik mempekerjakan 63 ribu karyawan. Separuhnya merupakan warga dari kota tempatnya berada.

Dibukanya pabrik kembali menggerakkan roda perekonomian secara masif. Bayangkan saja, rantai suplainya bergantung pada lebih dari 2.600 perusahaan dan 71 negara.

100 Perubahan
Pandemi benar-benar masih berdampak pada operasional pabrik. VW mesti membuat 100 perubahan di seluruh proses perakitan kendaraan demi menekan semaksimal mungkin potensi penularan virus Corona yang masih belum sepenuhnya hilang di masyarakat.

Sebagai sosialisasi dan pengingat, VW juga menempelkan lebih dari 8.000 poster di area pabrik. Protokol baru juga ditulis di dalam buku panduan bagi para karyawan.

“Kami tidak pernah mengembangkan, memproduksi, dan menjual kendaraan di tengah kondisi seperti ini sebelumnya,” ucap Bernd Osterloh, perwakilan buruh pabrik.

Perubahan protokol menyentuh banyak hal. Di antaranya adalah kapasitas produksi serta jumlah karyawan yang bekerja bersamaan.

Pekan ini, pabrik ditargetkan membuat 1.400 unit mobil dan 6.000 unit pekan depan. Volume ini masih 40 persen lebih kecil dari biasanya.

Jaga jarak sosial maupun fisik masih diberlakukan. Pabrik akan mulai beraktivitas dengan satu shift berisi 8.000 pekerja, bukan 20 ribu orang seperti biasanya.

Suhu badan mereka juga selalu dicek saat datang dan pulang. Setiap perangkat produksi secara rutin disemprot disinfektan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar