China Kasih Insentif Uang bagi Rakyat yang Beli Mobil Usai Pandemi Corona

Berita Otomotif

China Kasih Insentif Uang bagi Rakyat yang Beli Mobil Usai Pandemi Corona

JAKARTA – China berjuang keras mendongkrak penjualan mobil mereka setelah berhasil melewati pandemi virus Corona yang dimulai sejak akhir 2019. Mereka bahkan memberikan insentif uang bagi rakyat yang bersedia membeli mobil.

‘Negeri Tirai Bambu’, seperti dikutip CNN.com baru-baru ini, menghadapi permasalahan permintaan mobil pascapandemi saat pabrik-pabrik otomotif sudah memulai produksi usai pandemi dan lockdown berkepanjangan. Kebijakan berupa insentif dalam jumlah signifikan pun diambil.

Beijing, misalnya, pada Maret kemarin mengumumkan perpanjangan subdisi dan tax break (pengurangan/peniadaan pajak) bagi kendaraan berteknologi ramah lingkungan seperti mobil listrik maupun plug-in hybrid. Tak tanggung-tanggung, perpanjangan itu berlaku selama dua tahun ke depan. Padahal, pada 2019, China sudah mengurangi insentif mobil listrik dalam jumlah signifikan.

Kota-kota lain di negara komunis tersebut dilaporkan juga mengambil kebijakan serupa. Bahkan, setidaknya ada puluhan kota yang mendorong warganya membeli mobil dengan memberikan subsidi uang dengan nominal sampai dengan 1.400 dollar AS (Rp 21,9 juta) per unit.

Penjualan China memang masih terpuruk meski masapandemi virus bernama resmi Covid-19 itu sudah lewat. Pada kuartal satu 2020, transaksi jual-beli menurut data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) turun 42 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year).

Performa buruk tersebut dikontribusikan terutama oleh anjloknya penjualan pada Februari sebesar 79 persen hingga menjadi Cuma 310.000 unit. Kemudian, pada Maret, penjualan turun 43 persen menjadi hanya 1,43 juta unit.

Meski masa terburuk akibat pandemi virus Corona sudah berlalu. Penjualan mobil 2020 diprediksi masih turun.

S&P Ratings memperkirakan pasar roda empat China 2020 turun 10 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Adapun pada 2019, volume penjualan berada di bawah 25,8 juta atau turun 8,2 persen ketimbang 2018.

Kondisi pasar otomotif amat penting bagi perekonomian China. Sebanyak 40 juta penduduknya bergantung pada sektor ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Industri otomotif menghasilkan pendapatan 1 triliun dollar AS per tahun atau sekitar 10 persen dari total pemasukan industri di China. Industri otomotif China juga penting bagi pasar global karena banyaknya basis produksi merek-merek besar dunia di sana.

China juga menjadi pasar terbesar banyak pemain penting dunia. Volkswagen dan General Motors, contohnya, yang 40 persen penjualan globalnya bersumber dari negara itu. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar