Kurs Rupiah Terkini Lebih Menakutkan Bagi Pabrikan Ketimbang Suku Bunga Kredit

Berita Otomotif

Kurs Rupiah Terkini Lebih Menakutkan Bagi Pabrikan Ketimbang Suku Bunga Kredit

JAKARTA – Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang saat ini sangat lemah lebih mengerikan bagi para pabrikan otomotif daripada kemungkinan naiknya suku bunga kredit kendaraan.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, ketika menanggapi kondisi ekonomi terkini di Indonesia yang menantang bagi pasar otomotif. Bagaimana tidak, kurs yang pada akhir 2017 masih Rp 13.500-an per dollar AS kini sudah naik sekitar 7 persen menjadi Rp kisaran 14.400 per dollar AS.

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pun naik 100 basis poin pada Mei – Juni menjadi 5,25 persen. Hal ini menyebabkan suku bunga kredit otomotif berpotensi meningkat.

Namun, dari keduanya, yang paling ditakuti adalah nilai tukar mata uang asing karena dapat pengaruhi harga jual mobil. Bahkan, beberapa pabrikan sudah menaikkan harga dan yang lain seperti Hyundai berpeluang menyusul.

“Justru yang lebih berbahaya adalah kurs dollar AS. Ekspektasinya kan tidak sampai di Rp 14.500 per dollar AS. Kalau angka ini bertahan jangka panjang, pasti para Agen Pemegang Merek (APM) harus bekerja keras untuk menghitung ulang. Ini karena komponen-komponen impor yang mengandung dollar AS masih cukup tinggi,” papar Nangoi usai konferensi pers terakhir mengenai Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, awal pekan ini di Jakarta.

Menurut Nangoi, kenaikan BI rate menjadi 5,25 persen memang membuat penambahan suku bunga kredit kendaraan bisa jadi tinggal tunggu waktu. Cicilan mobil bisa bertambah ratusan ribu rupiah per bulan.

Akan tetapi, dari rekam jejak, pasar otomotif Indonesia pernah mengalami BI rate lebih parah dari sekarang. Pasar pun terlihat lebih mampu menyesuaikan diri ketimbang jika kurs yang menjadi isu.

“Kalau kita lihat dari sebelumnya, pernah suku bunganya jauh lebih tinggi. Ini bunga sudah cukup di bawah. Coba Anda bayangkan suku bunga lima tahun lalu berapa? double digit. Sekarang kita sudah single digit dan angka relatif di bawah,” tandas Nangoi lagi.

Penjualan mobil  nasional pada semester satu 2018 sendiri, berdasarkan data wholesales Gaikindo, masih naik 3,8 persen jika dibandingkan periode yang sama di 2017 (year on year). Pada enam bulan pertama tahun lalu, distribusi mobil berjumlah 533.506 unit, sedangkan pada rentang waktu sama tahun ini ialah 553.757 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual