Kehadiran Mobil Listrik di Indonesia akan Mengancam Bisnis Oli

Berita Otomotif

Kehadiran Mobil Listrik di Indonesia akan Mengancam Bisnis Oli

JAKARTA – Era mobil listrik di Indonesia, yang akan dimulai pada 2021, lambat laun diakui akan mengancam bisnis oli.

Insentif fiskal maupun non-fiskal dari pemerintah bagi mobil listrik, mulai dari hybrid sampai mobil listrik murni, akan berlaku pada 2021. Salah satunya adalah keringanan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang bakal mulai diterapkan pada Oktober tahun depan.

Perlakuan istimewa tersebut akan membuat harga kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), maupun mobil listrik murni bisa lebih ditekan. Pemerintah berharap bahwa hal tersebut dapat memicu terciptanya industri mobil listrik di Tanah Air selambat-lambatnya dalam 3 – 5 tahun setelah pemberian insentif.

Mobil listrik, khususnya yang sudah 100 persen menggunakan baterai, diketahui memiliki komponen lebih sedikit dan tidak lagi membutuhkan oli mesin seperti pada kendaraan konvensional. Karena itulah, kehadiran mobil listrik dianggap mengancam  bisnis oli di sektor otomotif.

Pertamina Lubricants, salah satu pemain besar di industri pelumas nasional, mengakui hal tersebut. Akan tetapi, mereka menjelaskan bahwa era mobil listrik membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunjukkan ancamannya pada bisnis oli.

“Mungkin tidak dalam waktu dekat, jumlah mobil listrik segera banyak. Soalnya ini (kepopuleran mobil listrik) memang harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang bagus, seperti fasilitas pengecasan dan lain sebagainya. Tapi teknologi itu memang tidak bisa tidak cegah. Memang, dengan adanya teknologi mobil listrik, penggunaan pelumasnya menjadi lebih sedikit,” papar Fathona, Technologist Pertamina Lubricants, menanggapi pertanyaan Mobil123.com dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada akhir pekan lalu.

Era mobil listrik di Indonesia pun, lanjut dia, tidak bakal sepenuhnya ‘membunuh’ bisnis oli di sektor otomotif. pasalnya, kendaraan jenis ini tetap membutuhkan pelumasan di beberapa bagiannya.

“Masih ada (kebutuhan produk oli) di komponen gear atau di grease. Itu memang menjadi tantangan kami,” tegasnya lagi.

Para pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa era mobil listrik di negeri ini akan dimulai dari hybrid dan PHEV terlebih dahulu. Mobil listrik murni tidak bisa langsung populer karena masih kurangnya infrastruktur dan harganya yang tetap relatif mahal.

Pemerintah menargetkan 20 persen kendaraan roda empat yang diproduksi lokal pada 2025 adalah mobil hybrid, PHEV, maupun mobil listrik murni. Jumlahnya diperkirakan setara dengan 400 ribu unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar