Ribuan Mobil Listrik Terjual di Indonesia, tapi Kebanyakan Jadi Taksi

Berita Otomotif

Ribuan Mobil Listrik Terjual di Indonesia, tapi Kebanyakan Jadi Taksi

JAKARTA – Ternyata, sudah ada lebih dari 1.000 mobil listrik murni yang terjual di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Namun, mayoritas masih digunakan sebagai taksi, baik yang konvensional maupun online.

Insentif mobil listrik di Indonesia, yang membuat harga jualnya bisa diturunkan, sebenarnya baru akan berlaku pada 2021. Akan tetapi, permintaan terhadap mobil listrik sudah ada, khususnya dari perusahaan-perusahaan taksi.

“Pangsa pasar mobil listrik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh perusahaan angkutan umum (Blue Bird, Silver Bird, dan Grab Indonesia),” ucap Putu Juli Ardika selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian kepada Mobil123.com via pesan singkat pada akhir pekan lalu.


Penggunaan mobil listrik untuk pribadi maupun instansi pemerintah, menurut dia, masih relatif kecil. Pasalnya, hingga kini banderolnya masih tinggi.

Model-model mobil listrik murni yang digunakan sebagai taksi cukup beragam. Grab memboyong Hyundai Ioniq, sedangkan Blue Bird membeli dua model yaitu BYD e6 maupun Tesla Model X.


Uniknya, Putu menjelaskan penjualan mobil listrik di Tanah Air relatif tak terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang menghantam negeri ini sejak Maret 2020. Transaksi jual – belinya dalam dua tahun belakangan relatif stabil, tidak seperti mobil bermesin konvensional yang sangat terpukul oleh pandemi.

“Penjualan mobil listrik pada tahun 2019 tercatat sebanyak 600 unit dan pada periode Januari sampai dengan April 2020 tercatat sebanyak 545 unit penambahan mobil listrik di pasar dalam negeri,” papar dia lagi.

Pilihan mobil listrik murni bagi konsumen perorangan sendiri saat ini masih amat terbatas jumlahnya. Berdasarkan catatan Mobil123.com, baru ada BMW i3 serta beberapa model Tesla dari importir umum Prestige.

Namun, jika berbicara mobil hybrid, jumlahnya memang semakin beragam. Di antaranya dari Toyota yang sejak 2019 cukup gencar memperbanyak lini produk hybrid mereka, juga dari Mitsubishi yang sudah merilis Outlander PHEV.

Insentif yang Disiapkan
Pemerintah, lanjut Putu, sudah menyiapkan beragam insentif bagi mobil listrik pada 2021. Ia menyebut soal insentif PPnBM, BBN-KB, Suku Bunga, tambah daya listrik, maupun untuk industri kendaraan listrik berupa Tax Holiday, Mini Tax Holiday, Tax Allowance dan Super Tax Deduction.

“Pemerintah saat ini sedang menyiapkan beberapa insentif tambahan berupa bea masuk CKD dan IKD, BMDTP (Bea Masuk Ditanggung Pemerintah) untuk bahan baku dan komponen, serta ketentuan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Disamping itu, berbagai dukungan dan kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah untuk mempercepat realisasi investasi di sektor baterai kendaraan listrik,” tukas dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar