Karoseri Ambulans Curhat, Klien Sering Rewel Soal Desain Stiker Bodi

Berita Otomotif

Karoseri Ambulans Curhat, Klien Sering Rewel Soal Desain Stiker Bodi

JAKARTA – Ternyata, yang kerap bikin ribet perusahaan karoseri dalam proses pembuatan ambulans bukan urusan teknis dan spesifikasi, tapi desain stiker.

Kebutuhan terhadap ambulans di Indonesia diprediksi meningkat, akibat masuknya pandemi virus Corona (Covid-19) sejak awal Maret 2020. Persentase pertumbuhannya diproyeksikan mencapai dua digit.

“Sebenarnya, pasar paling captive di sini (produk ambulans) adalah institusi pemerintahan. Kalau mengacu di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik), tahun kemarin jumlahnya sekitar 3.000-an unit.. Mungkin, kenaikannya tahun ini bisa 15 – 20 persen,” ucap Denny Perdana, Area Sales Manager PT. Sokonindo Automobile dalam konferensi pers virtual peluncuran Dongfeng Sokon (DFSK) Super Cab Ambulans pada Kamis (2/7/2020).

Salah satu pihak yang mendapat berkah dari pemesanan ambulans adalah perusahaan karoseri. Di antaranya adalah PT. Ambulance Pintar Indonesia (API).

Perusahaan karoseri dengan spesialisasi ambulans tersebut baru saja digandeng merek asal China DFSK sebagai partner membuat Super Cab ambulans. Di sela-sela penjelasannya mengenai spesifikasi maupun keunggulan produk terkini dari merek mobil asal China tersebut, Ari Cukmara selaku Branch Manager API sedikit curhat mengenai proses pembuatan kendaraan ini.

Menurut dia, aspek paling ribet justru bukan sisi teknis. Di luar dugaan, ia justru menyinggung tentang stiker logo institusi pemerintahan atau swasta di bodi ambulans.

“Yang paling susah itu bagian stiker atau desain stiker yang dipesan konsumen,” tandasnya dalam konferensi pers via Zoom.

Menurutnya, sering kali muncul ketidaksesuaian warna logo maupun tulisan. Revisinya bisa dua hingga tiga kali.

“Biasanya ini (desain stiker bodi) membuat kami dua sampai tiga kali kerja. Biasanya, stiker yang sudah disetujui pun juga ada perubahan. Jadi, menurut kami yang agak rumit adalah stiker. Kami butuh kepastian benar-benar dari konsumen agar tidak terjadi perubahan,” papar Ari.

API memiliki workshop (bengkel pengerjaan) di berbagai tempat. Di Jabodetabek, workshop mereka ada di empat lokasi. Di Jawa Tengah pun, mereka memiliki satu workshop.

“Untuk peralatannya (di dalam ambulans) sendiri, ada beberapa yang buatan API atau kami distribusikan ke vendor-vendor alat kesehatan lain karena ada beberapa yang enggak bisa kami bikin sendiri. Contohnya, tabung oksigen atau monitor yang dipasang di dalam,” pungkas Ari lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar