Sama Seperti Mobil, Jualan Motor pun KO oleh Pandemi

Berita Otomotif

Sama Seperti Mobil, Jualan Motor pun KO oleh Pandemi

JAKARTA – Pandemi virus Corona (Covid-19) tak hanya memukul jatuh (knock out/K.O) pasar mobil yang harganya ratusan juta rupiah. Penjualan sepeda motor di Indonesia yang jauh lebih murah pun terkena imbas amat besar, dengan proyeksi penurunan hingga 45 persen pada akhir tahun nanti jika dibandingkan dengan 2019.

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), mengatakan penjualan pada Januari – Maret sebenarnya masih relatif normal, dengan rata-rata di atas 500 ribu unit per bulan. Adapun totalnya 1.570.464 unit.

“(Masih cukup normal) walaupun angka di kuartal satu minus 6,5 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu,” ucap dia dalam diskusi virtual Mark Plus pada awal pekan ini.

Pandemi lalu diketahui masuk Indonesia mulai awal Maret. Efeknya terhadap penjualan ‘kuda besi’ mulai terasa pada akhir bulan itu.


Penjualan motor April pun menjadi hanya 123.782 unit, turun 78 persen dibandingkan Maret karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan adanya kebijakan relaksasi kredit kendaraan bermotor. Pada Mei, ketika PSBB makin banyak dilakukan di berbagai daerah, angkanya lebih anjlok menjadi 21.851 unit atau turun 82,3 persen.

Saat Pelonggaran PSBB terjadi pada Juni, penjualan motor ikut meroket 669 persen menjadi 167.992 unit. Pada Juli, ada lagi kenaikan 73,9 persen menjadi 292.205 unit.

PSBB sendiri kembali diketatkan mulai 14 September 2020 hingga dua pekan setelahnya. Namun, pembatasannya tak sebanyak sebelumnya.

“Selama 2017 – 2019, tren penjualan motor meningkat. Sekitar 6,5 juta unit setahun. Namun kami tak bisa hindari pada 2020 industri kami terdampak Covid-19. Year to date Juli 2020 hanya mencapai 2,1 juta unit atau tepatnya terkoreksi 42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019,” papar Sigit.


AISI pun memprediksi angka penjualan motor hingga akhir tahun nanti hanya sekitar 3 juta unit, tepatnya adalah 3,5 – 3,6 juta unit. Koreksinya amat dalam dibandingkan capaian pada 2019 yang mencapai 6,487 juta unit.

“Tahun ini diperkirakan total pasar hanya menyentuh 3,6 - 3,7 juta unit. Berarti, terkoreksi sekitar 45 persen dibandingkan 2019,” pungkas Sigit.

Industri sepeda motor sendiri, lanjutnya, memberdayakan banyak sumber daya manusia Indonesia. Secara total, ada sekitar 1,5 juta orang yang bekerja di sektor ini dari mulai tier 1, 2, 3, dealer serta bengkel resmi maupun nonresmi, logistik pengiriman sepeda motor, hingga pembiayaan sepeda motor. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar