PSBB Ketat DKI Disebut Bikin Harga Mobil Bekas Turun Lagi

Berita Otomotif

PSBB Ketat DKI Disebut Bikin Harga Mobil Bekas Turun Lagi

JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang terjadi lagi di DKI Jakarta disebut-sebut membuat harga mobil bekas turun lagi. Akan tetapi, penurunannya tidak sebanyak PSBB ketat yang pertama.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan kembali PSBB ketat mulai 14 September 2020 hingga dua pekan setelahnya. Namun, pembatasannya kali ini tidak sebanyak PSBB ketat pada awal April sampai awal Juni. Salah satu contohnya adalah masih diperbolehkannya aktivitas perkantoran dengan jumlah karyawan 25 persen dari total tenaga kerja.

“Sebelum pengetatan lagi sama gubernur, pengunjung (dealer mobil bekas) dan harga (mobil bekas) sudah mulai naik. Harga stabil. Dengan diketatin lagi, otomatis drop lagi karena otomatis kebutuhannya tertahan juga. Mereka, kan, banyak bekerja dari rumah juga. Kantor-kantor hanya diperbolehkan masuk 25 persen dan kebutuhan berkurang jadinya,” ucap Herjanto Kosasih, Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua ketika dihubungi pada Selasa (23/9/2020) kemarin.

Namun, ia percaya bahwa angka penurunan harga mobil bekas kali ini tidak sedalam ketika PSBB ketat jilid pertama. Soalnya, kebijakan PSBB ketat yang diterapkan Anies tidak seektrem sebelumnya.


“Angka (penurunan harga) berapa, terus terang saya agak susah mendatanya,” ujar dia.

Sekadar mengingatkan, pada April – Juni silam penurunan banderol mobil seken menurut dealer Suzuki Auto Value turun setidaknya 20 persen. Angka ini mereka himpun dari penurunan harga yang terjadi di balai-balai lelang yang menjadi salah satu sumber stok unit utama para dealer.

Ketika PSBB ketat jilid pertama, Suzuki Auto Value juga menyebut permintaan nyaris tidak ada. Pasalnya, seluruh karyawan kantor diwajibkan bekerja dari rumah kecuali untuk sektor-sektor vital yang diperbolehkan.


Lebih lanjut, Herjanto menilai usul pembebasan atau pemangkasan pajak mobil baru dari industri otomotif, jika dikabulkan, tidak akan menurunkan harga mobil bekas. Pasalnya, harga sudah terpukul oleh Covid-19 dan PSBB.

“Sekarang kena Covid-19 sudah rendah. Mau turun berapa lagi? Tidak akan lebih rendah lagi karena pajak,” tandasnya.

Momen Akhir Tahun Bisa Lewat
Herjanto khawatir PSBB ketat jilid dua di DKI terus-menerus diperpanjang. Jika itu terjadi, potensi pembelian mobil bekas pada akhir tahun yang tadinya ia incar bisa ambyar.

“Pulang kampung Lebaran, kan, diundur sama pemerintah ke akhir tahun ini. Terus dengan kondisi (pandemi) sekarang tidak mungkin, kan, pulang naik kereta dan pesawat. Jadinya naik mobil pribadi. Apalagi sekarang Pulau Jawa, Sumatera sudah pada nyambung dengan tol,” jelas dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar