Jokowi - Ma’ruf Masih Harus Pakai Mobil Dinas Lama di Pelantikan

Berita Otomotif

Jokowi - Ma’ruf Masih Harus Pakai Mobil Dinas Lama di Pelantikan

JAKARTA - Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019 - 2024, Joko Widodo - Ma’ruf Amin, masih harus menggunakan mobil dinas lama di pelantikan mereka dan mungkin hingga beberapa bulan ke depan.

Sekadar mengingatkan, keduanya bakal menjalani pelantikan pada Minggu (20/10/2019) siang mendatang di Gedung Nusantara MPR RI, Jakarta. Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, akan menjalani periode keduanya sebagai orang nomor satu di negeri ini.

Namun, mobil dinas baru untuk pasangan pemimpin negara hingga 5 tahun ke depan yaitu Mercedes-Benz S 600 Guard belum bakal mereka tumpangi di hari pertama menjabat. Hal ini dipastikan oleh Heru Budi Hartono, Kepala Sekretariat Presiden, ketika diwawancarai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Sedang dipersiapkan,” ucap dia, seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet pada akhir pekan ini.

Dengan begitu, Jokowi - Ma’ruf masih perlu menumpangi mobil dinas lama peninggalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun modelnya ialah Mercedes-Benz S 600 Pullman Guard.

Baru Datang Akhir Tahun
Kedatangan mobil ‘RI 1’ serta ‘RI 2’ paling mutakhir, sambung Heru, membutuhkan waktu. Bisa jadi, dalam menjalankan tugas mereka sebulan atau dua bulan ke depan, Jokowi - Ma’ruf masih harus berada di kursi baris kedua mobil dinas lawas.

“Mudah-mudahan akhir tahun ini. Dari Biro Umum Sekretariat Negara,” pungkas Heru.

Negara juga mempersiapkan mobil-mobil yang akan digunakan oleh para tamu negara, baik dari inventaris sendiri maupun menyewanya. Anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Jokowi - Ma’ruf menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih selama lima tahun ke depan setelah mengalahkan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, dalam Pemilihan Umum pada April kemarin. Hasil tersebut sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh kubu lawan, tapi putusan pada akhir Juni tetap mengesahkan kemenangan Jokowi - Maruf.

Pasar mobil pada semester satu sempat turun karena efek Pemilu. Pada semester kedua, pasar sempat naik tapi turun kembali karena maraknya demontrasi memprotes revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi dan Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana (RKUH), sampai akhirnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merasa perlu merevisi target penjualan mobil 2019 dari 1,1 juta unit menjadi 1 juta unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar