Jimny Mau Diproduksi di India, Suzuki Indonesia: Belum Ada Keputusan Resmi

Berita Otomotif

Jimny Mau Diproduksi di India, Suzuki Indonesia: Belum Ada Keputusan Resmi

JAKARTA - Beredar kabar jika Suzuki Jimny bakal diproduksi di India, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjawab belum ada keputusan resmi dari prinsipal.

Media India, GaadiMaadi melaporkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Maruti Suzuki India Ltd bakal memproduksi Suzuki Jimny generasi keempat. Ini menjadikan India sebagai negara kedua yang memproduksi SUV kompak legendaris ini setelah Jepang.

Kabarnya fasilitas pabrik Maruti yang berada di Gurgaon, 30 km barat daya New Delhi akan dijadikan tempat perakitan Jimny. Jalur produksi sendiri sedang dipersiapkan dan rencananya akan memenuhi kebutuhan pasar lokal serta ekspor.

Salah satu alasan utama dipilihnya India karena masalah platform Heartect yang digunakan oleh Jimny. Suzuki India sudah banyak memproduksi mobil dengan platform ini, sebut saja WagonR, Swift, Dzire, Ertiga, Baleno, Ignis dan XL6.

Lalu apakah Suzuki Indonesia kalah dalam perebutan produksi Jimny dengan Maruti India ?.

Menjawab pertanyaan ini, Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS menyatakan belum ada pertanyaan resmi mengenai hal ini. Jadi pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan resmi.

"Itu kan kata India, lha prinsipal saja belum bilang apa-apa kok. Tunggu saja informasi resmi dari SMC mengenai rencana produksi Jimny diluar Jepang" jawab Donny dalam pesan singkatnya kepada Mobil123.

Ketika ditanya apakah masih fight agar Suzuki Indonesia bisa menjadi memproduksi Jimny ? Donny menjawab singkat "Masih dong".

Jimny generasi terbaru sendiri sangat populer dan banyak diminati di dunia termasuk Indonesia. Di Tanah Air sendiri, sang legenda yang kini dibanderol lebih dari Rp 347 juta ini laris manis.

Masalah terletak pada lama inden atau waktu pemesanan. Mobil123.com pada akhir tahun lalu memberitakan bahwa inden makin hari makin gila dan tak masuk akal. Bagaimana tidak, masa tunggunya bisa puluhan tahun di kota tertentu.

Donny saat itu mengklaim bahwa di kota-kota tertentu inden Jimny sudah luar biasa panjang. Bahkan, indennya dapat menyentuh lebih dari 20 tahun.

“Ada dealer yang sudah terima inden sebanyak 250 unit. Sebuah dealer di Jakarta. Kalau sebulan dia dapat satu unit. Bisa bayangkan, harus tunggu 250 bulan. Lebih dari 20 tahun. Itu pun dia masih ngotot (mau inden). Dealer sudah bilang ‘pak, bapak sudah masuk antrean ke-250’ dan orangnya bilang ‘enggak apa-apa’,” jelas dia usai seremoni peluncuran Baleno hatchback facelift pada penghujung Desember 2019 di Jakarta.

Kebayang jika Jimny jadi diproduksi di Indonesia, tentu suplay dapat jauh lebih baik. Belum lagi kemungkinan harga bisa lebih murah, dengan tentunya penyesuaian-penyesuaian spesifikasi fitur dan kelengkapannya yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen domestik.

Jadi gimana nasib produksi Jimny di Indonesia ? Tunggu kabar selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support