Ini Rute Rekayasa Lalu Lintas Penutupan Kawasan Malioboro

Berita Otomotif

Ini Rute Rekayasa Lalu Lintas Penutupan Kawasan Malioboro

YOGYAKARTA – Jalan Malioboro kini resmi dilarang untuk dilintasi kendaraan bermotor.

Hal ini dilakukan karena kawasan tersebut menjadi bagian dari tata kota yang sedang diajukan sebagai World Heritage ke UNESCO. Penataan transportasi menjadi salah satu poin penting agar Malioboro bisa mendukung fungsi-fungsi yang diharapkan dalam rangka capaian World Heritage tersebut.

Pelarangan tersebut akan dilakukan uji coba terlebih dahulu selama dua minggu mulai Selasa (03/11) mendatang hingga Minggu (15/11). Pada Selasa (03/11), rekayasa lalu-lintas di Jalan Malioboro akan diterapkan mulai pukul 11.00 hingga 22.00. Sedangkan pada Rabu (04/11) sampai dengan Minggu (15/11) uji coba akan dilakukan dari pukul 06.00 hingga 22.00.

Waktu loading barang untuk aktivitas ekonomi yang ada di kawasan Malioboro dapat dilakukan setelah jam 10 malam sampai dengan sebelum jam 6 pagi. Saat uji coba diterapkan, pemberlakukan rekayasa lalu lintas yang dilakukan dengan skema giratori atau berlawanan arah jarum jam.

Berikut rekayasa lalu lintas selama 24 jam di rute giratori:

  • Sistem satu arah pada Jalan Mataram dan Suryotomo, dari selatan ke utara.
  • Sistem satu arah pada Jalan Abu Bakar Ali dan Pasar Kembang, dari timur ke barat.
  • Sistem satu arah pada Jalan Gandekan dan Jalan Bhayangkara, dari selatan ke utara.
  • Sistem satu arah pada Jalan Pembela Tanah Air, dari barat ketimur.
  • Sistem satu arah pada Jalan Letjen Suprapto, dari utara ke selatan.
  • Lalu lintas pada jalan KH. Ahmad Dahlan hingga Jalan Pangeran Senopati dapat digunakan untuk lalu lintas 2 arah, baik dari timur ke barat atau sebaliknya.
  • Jalan penyangga seperti Jalan Sosrowijayan, Jalan Dagen, Jalan Perwakilan, Jalan Pajeksan, Jalan Suryatmajan, Jalan Pabringan dapat digunakan untuk lalu lintas 2 arah namun tidak boleh melintasi Jalan Malioboro.
  • Perubahan akses pintu masuk Parkir Abu Bakar Ali, yang semula di sisi barat pindah ke sisi timur.

Kemudian untuk rekayasa lalu lintas di sekitar Jembatan Kleringan sebagai berikut:

Rekayasa Lalu lintas

  • Lalu lintas dari Simpang Tugu yang akan menuju Jalan Pasar Kembang dapat langsung belok kanan.
  • Lalu lintas dari arah Jalan Mataram yang akan menuju Kota Baru dapat menggunakan bukaan median yang berada di sebelah timur Gardu PLN.
  • Lalu lintas dari arah Kota Baru yang akan menuju Pasar Kembang tetap mengikuti arus lalu lintas seperti semula.
  • Bus pariwisata yang melintas di jalan Margo Utomo menuju parkir Abu Bakar Ali/Pasar Kembang, harus lewat di bawah jembatan Kleringan sebelah timur Kali Code.

Diharapkan dengan adanya larangan kendaraan bermotor untuk melintas dapat membuat masyarakat lebih nyaman berjalan kaki di kawasan Malioboro. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar