UD Trucks Kuzer Belum Mau Tantang Colt Diesel, Ini Sebabnya

Berita Otomotif

UD Trucks Kuzer Belum Mau Tantang Colt Diesel, Ini Sebabnya

SERPONG – UD Trucks Kuzer, pemain baru di segmen truk ringan (Light Duty Truck/LDT/Kategori 2), sudah menegaskan belum mau bersaing langsung dengan ‘raja’ di segmen ini yaitu Mitsubishi Colt Diesel. Ada beberapa hal yang membuat mereka seperti ini.

Kuzer meluncur pada Agustus 2018, namun baru mulai dijual pada Januari 2019. Dalam Media Gathering pada awal tahun kemarin, eksekutif dari agen pemegang merek di Indonesia sudah menjelaskan bahwa mereka akan mengincar konsumen yang sebelumnya sudah memiliki produk UD Trucks lain di segmen lebih besar, Quester, tapi juga lini bisnis yang membutuhkan truk ringan.

Ditemui di sela-sela Astra Auto Fest 2020, Bambang Widjanarko selaku General Manager Astra UD Trucks menjelaskan secara lebih detail alasannya. Menurut dia, faktor pertama adalah dari sisi kompetitivitas harga.

“Mitsubishi Colt Diesel itu benar-benar pemain lama. Sudah produksi lokal dan penjualannya sudah banyak, konten komponen lokal sudah banyak, sehingga harga menjadi lebih kompetitif,” tukas dia pada akhir pekan lalu di Serpong, Tangerang, kepada Mobil123.com.

Sementara, Kuzer sang junior masih diimpor utuh dari luar negeri. Disparitas harganya dengan kompetitor pun, menurut Bambang, sekitar 5 persen lebih tinggi.

“Kami harus benar2 bisa meyakinkan konsumen bahwa kami adalah value for money truck. Jadi, bukan hanya melihat dari sisi persepsi harga tapi fitur-fiturnya juga baik untuk keamanan dan konsumsi BBM. Ini smart truck. Itu yang jadi selling point sehingga bisa penetrasi ke pasar,” papar dia.

Kuzer sendiri diklaim memiliki daya mesin dan daya angkut terbesar di kelasnya. Di samping itu, produk yang masih fokus di model enam roda ini pun punya fitur Cruise Control sebagai standar yang mampu membantu efisiensi bahan bakar.

Varian menengah Kuzer punya tambahan fitur Fuel Coaching dan AC. Di Varian teratas, ada fitur pelengkap Telematics yang dapat membuat pemilik tahu lokasi truk dan konsumsi BBM dari jauh.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa saat ini mereka ingin membuat konsumen di database UD Trucks semakin banyak memakai Kuzer. Selain itu, mereka juga mempelajari karakter dan kebiasaan konsumen di segmen truk ringan.

“Kebiasaan konsumen di truk Kategori 2 ini beda dengan truk-truk besar,” ujar Bambang.

Pasar truk ringan sendiri amat besar. Menurut Bambang, penjualan total rata-rata di segmen ini rata-rata 60 ribu unit setahun.

Pada tahun lalu, tambah Brand Manager UD Trucks Kuzer, Budi Rudianto, produk tesebut terjual 200 unit. Adapun target untuk 2020 adalah 350 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support