Ini Alasan Subaru Indonesia Impor Mobil dari Jepang dan Bukan Malaysia

Berita Otomotif

Ini Alasan Subaru Indonesia Impor Mobil dari Jepang dan Bukan Malaysia

TANGERANG - Agen pemegang merek (APM) terkini dari Subaru di Indonesia membeberkan alasan mengimpor mobil secara utuh dari Jepang, walaupun sebenarnya negara tetangga Malaysia juga memproduksinya.

Subaru akhirnya kembali aktif berjualan di Indonesia melalui PT Plaza Auto Mega (PAM) dengan meluncurkan Forester pada Rabu (18/5/2022) dengan harga on the road (OTR) Jakarta mulai Rp579,5 juta.

Sebelumnya, selama sekitar setahun, mereka hanya berbisnis purnajual melalui diler pertama yang berlokasi di Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Forester maupun seluruh model Subaru yang meluncur setelahnya dipastikan diimpor utuh (Completely Built Up/CBU) dari Jepang. Padahal, jenama asal Jepang ini punya fasilitas perakitan yang lebih dekat seperti Malaysia.

Dua negara ini sendiri sama-sama telah menjalin perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan Indonesia.

Subaru Forester 2022

Chief Operating Officer PAM Arie Christopher mengungkapkan mereka mendapatkan keistimewaan dari prinsipal untuk mengambil unit langsung dari Negeri Sakura.

“Pada saat kami ditunjuk oleh Subaru Corporation Jepang sebagai perwakilan Subaru yang baru di Indonesia, kami mendapatkan privilege, kami mendapatkan keuntungan untuk mendapatkan mobil langsung dari Jepang,” pungkas dia dalam sesi tanya-jawab setelah peluncuran Forester di Alam Sutera.

Arie yakin target konsumen mereka bakal menyambut baik kondisi tersebut. Sekadar menambahkan, dalam acara buka puasa pada April 2022 kemarin di Jakarta, dia sempat menjelaskan bahwa yang mereka sasar adalah kalangan kelas menengah ke atas.

“Rasanya, kalau kami boleh memilih, kalau konsumen boleh memilih antara mobil 100 persen CBU Jepang atau dari negara ASEAN (Asia Tenggara), pasti memilihnya dari Jepang,” nilai eks Chief Executive Officer Ferrari Jakarta ini.

Subaru Crosstreck

Subaru sempat absen delapan tahun di Tanah Air. Pada 2014, APM sebelumnya yakni Tan Chong Group Singapura tersandung kasus pemalsuan dokumen impor mobil.

Di bawah APM baru, jenama yang masih bagian dari grup Toyota Motor Corporation ini pun berencana meluncurkan beberapa model baru lagi setelah Forester.

Salah satunya ialah sport utility vehicle (SUV) pesaing Honda HR-V. Arie, dalam beberapa kesempatan, kerap menyebut kalau fokus Subaru di Indonesia adalah SUV.

Selain ingin menggoda para loyalis Subaru untuk membeli model-model terkini, Arie ingin pula menjangkau orang-orang kaya yang belum pernah memiliki mobil gubahan merek tersebut.

Bicara purnajual, Arie mengaku telah memiliki rencana pengembangan diler Subaru hingga lima tahun ke depan. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar