Honda Akui Konsumen Sempat Tahan Beli Mobil karena Wacana Pajak 0 Persen

Berita Otomotif

Honda Akui Konsumen Sempat Tahan Beli Mobil karena Wacana Pajak 0 Persen

JAKARTA – Honda mengakui saat wacana pajak 0 persen bagi mobil baru masih mengambang, konsumen – konsumen mereka memang menahan  pembelian.

Seperti diberitakan, pada paruh kedua September 2020 muncul wacana pemberian insentif pajak bagi mobil baru. Pengusulnya adalah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani cukup lama memberikan jawaban. Pada 19 Oktober 2020 kemarin, barulah menteri yang punya moge di garasinya itu kemudian memberikan pernyataan tegas bahwa pemerintah tidak menerima usulan pajak 0 persen mobil baru.


Honda mengakui dalam kurun waktu tersebut, para konsumen mereka memang menunda pembelian. Ini diketahui dari hasil evaluasi rutin bersama dealer – dealer yang menjadi tulang punggung pemasaran dan penjualan.

“Ada dua jenis penundaan. Jenis pertama, tidak melakukan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) sembari menunggu regulasi dan stimulusnya seperti apa.. Kedua, mereka booking dulu. Tapi tidak di-retail-kan (batal beli setelah booking—Red). Mereka booking dulu agar tidak mengantre lagi saat insentif sudah turun dan harganya kan tidak mengikat,” papar Yusak Billy selaku Sales, Marketing, and Business Development Director PT. Honda Prospect Motor dalam wawancara virtual baru – baru ini.


Yusak mengaku tidak bisa melihat berapa banyak penundaan pembelian mobil untuk jenis pertama. Honda, menurut dia, hanya bisa mengukur yang jenis kedua.

“Jadi, kalau dibandingkan dengan bulan – bulan sebelumnya, bisa turun 30 – 40 persen konsumen booking yang kemudian melakukan retail. Bookingnya, sih, ada. Tapi kemudian tidak di-retail-kan,” pungkas dia.

Sekadar mengingatkan, usul pajak 0 persen mobil baru diajukan sebagai upaya industri otomotif untuk mendorong daya beli yang anjlok di masa pandemi virus Corona (Covid-19). Penjualan mobil pada Januari – September 2020 sampai hanya 372.406 unit secara wholesales atau turun 50,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Retail pun mengalami nasib tak jauh berbeda. Volumenya hanyalah hanya 407.396 unit yang minus 46,6 persen year on year dari 762.390 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar