Harga Suzuki Jimny Bekas Lebih Mahal Ratusan Juta Rupiah Dibanding Barunya

Berita Otomotif

Harga Suzuki Jimny Bekas Lebih Mahal Ratusan Juta Rupiah Dibanding Barunya

TANGERANG – Harga Suzuki Jimny bekas di Indonesia tak jatuh dan malah naik ratusan juta rupiah dibandingkan saat baru dibeli.

Jimny terakhir yang dijual di Indonesia adalah generasi ketiga yang diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 dengan banderol Rp 285 on-the-road Jakarta. Saat diperkenalkan, 88 unit yang disiapkan sudah ludes dipesan akibat informasi mengenai kedatangan Jimny sudah bocor terlebih dahulu sejak tiga bulan sebelumnya.

Ternyata, di pasar mobil bekas, Jimny tersebut sudah beredar. Salah satu unit sekennya bahkan dijual dalam pameran mobil bekas Hot Deals Carnival yang diadakan Mobil123.com pada 29 – 30 September kemarin di Scientia Square Park, Gading Serpong, Tangerang.

Joseph Wijaya, Pemilik Focus Motor, menjelaskan bahwa dealernya hanya memiliki satu unit Jimny generasi ketiga yang mengaspal di GIIAS 2017. Sport utility vehicle (SUV) legendari Suzuki ini ditaruh bersebelahan dengan Honda S660 bekas yang juga eksotis.

Jimny tersebut juga tak terlalu sering dipakai. Odometer baru menunjukkan jarak tempuh sekitar 1.000 km.

Menurut Joseph, suku cadang Jimny seken yang ia lego masih 100 persen orisinil. Hanya saja, garansinya sudah  tidak ada.

“Harganya kami pasarkan di Rp 405 juta. Kalau mau ajukan cicilan, paling-paling calon konsumen harus membayar DP (Down Payment/uang muka) sekitar Rp 200 jutaan atau 40 persen dari harga,” tandas dia di sela-sela pameran.

Di pasar global sendiri, Jimny generasi ketiga sudah digantikan oleh generasi keempat yang meluncur pada Juli kemarin dengan dua varian. Varian pertama bermesin kecil dan dikhususkan bagi pasar Jepang, sedangkan varian kedua berbagi sistem penggerak dengan All-New Ertiga yakni mesin bensin 1.5-liter K15B.

Normalnya, mobil bukanlah sebuah barang investasi karena harganya hampir pasti turun seiring waktu. Hanya mobil-mobil langka, legendaris, atau yang sangat ikonik mampu mempunyai harga jual kembali lebih tinggi.

Seperti, misalnya, model-model edisi spesial atau terbatas Ferrari yang kenaikan harganya sama cepatnya seperti kenaikan harga tanah. Pasar otomotif Indonesia juga pernah mengalami fenomena Toyota Avanza.

Meski merupakan mobil murah kala itu, harga unit seken dari model yang meluncur pada 2004 itu malah sempat naik puluhan juta rupiah beberapa tahun setelahnya. Ini tentunya karena permintaan pasar luar biasa. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar