Harga Suzuki Ignis, Baleno Hatchback, SX-4 S-Cross Naik Hingga Rp 5 Juta

Berita Otomotif

Harga Suzuki Ignis, Baleno Hatchback, SX-4 S-Cross Naik Hingga Rp 5 Juta

BEKASI – Harga Suzuki Ignis, Baleno hatchback, plus SX-5 S-Cross naik sampai dengan Rp 5 juta dan salah satu penyebabnya adalah kenaikan pajak demi pembatasan impor.

Donny Saputra, Marketing Director PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menaikkan banderol ketiga model tersebut per September 2018. Kebijakan ini harus dilakukan antara lain karena kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 untuk produk-produk impor.

“Per September kami sudah naikkan. Besarannya variatif, hingga Rp 5 juta untuk semua model yang diimpor,” tandas dia meladeni pertanyaan Mobil123.com saat diwawancarai pada Senin (22/10/2018) di Cikarang, Bekasi.

Berdasarkan penelusuran di situs resmi Suzuki Indonesia, rentang banderol on-the road Jakarta Ignis Rp 149,5 juta – 178,5 juta, Ignis Sport Rp 159,5 juta dan Rp 169,5 juta, Baleno Hatchback Rp 204,5 juta serta 217 juta. Sementara, SX-4 S-Cross menjadi Rp 265,5 juta dan Rp 278,5 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pada September kemarin membatasi impor 1.147 komoditas impor demi memperbaiki defisit neraca perdagangan dan membantu mengurangi tekanan pada nilai tukar kurs rupiah terhadap dollar AS. Untuk impor otomotif, pemerintah memberlakukan pemerataan bea masuk 50 persen plus kenaikan PPh 22 dari 7,5 persen menjadi 10 persen.

Pabrikan-pabrikan Jepang memang tidak terkena bea masuk karena mobil impor didatangkan dari negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia. Akan tetapi, mereka masih mesti menanggung kenaikan pajak.

“Ada tiga pertimbangan kenaikan harga. Pertama adalah biaya produksi, itu di dalamnya ada hal-hal seperti kurs, biaya sumber daya manusia, man power cost, biaya material, dan lain sebagainya. Kedua, regulasi yang  terkait sama PPh 22 tadi. Terakhir, kompetisi. Kami melihat persaingan di segmen yang sama. kalau naiknya maksimal Rp 5 juta, ya, kami naiknya juga sebesar itu,” papar Donny.

Suzuki sendiri memiliki ketergantungan impor relatif besar jika dibandingkan dengan pabrikan-pabrikan ‘Negeri Sakura’ lain. Donny menerangkan komposisi produk impor Suzuki terhadap volume penjualan di Tanah Air mencapai kisaran 15 – 20 persen.

Sebagai perbandingan, kontribusi produk-produk impor Toyota terhadap penjualan di Indonesia tak sampai 10 persen. Pada Januari – Juli 2018, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, komposisi produk impor hanya 8,37 persen dari total volume wholesales sebesar 196.430 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar