Gunakan BBM B30, Daimler Beri Saran Modifikasi Kendaraan

Berita Otomotif

Gunakan BBM B30, Daimler Beri Saran Modifikasi Kendaraan

JAKARTA - Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), distributor kendaraan niaga Mercedes-Benz menyarankan untuk melakukan penyesuaian perawatan setelah berlakunya program penggunaan bahan bakar B30.

Sesuai dengan rencana awal, penggunaan bahan bakar B30 di awal tahun 2020 akan dilaksanakan pada awal tahun 2020. Seremoni pelaksaannya sudah dilakukan bahkan sejak Desember 2019 lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Aturan tersebut tentunya akan mempengaruhi perfoma beberapa kendaraan, khususnya kendaraan komersial. Meski demkian, DCVI menegaskan bahwa produk yang mereka miliki tetap aman meski diberikan bahan bakar B30 sekalipun.

DCVI hanya menyarankan kepada pelanggannya agar melakukan sedikit penyesuaian perawatan kendaraan. Pertama, pelanggan disarankan untuk mengisi bahan bakar B30 dengan pompa pengisian resmi.

Kemudian, pelanggan harus memonitor secara berkala sistem penyaring bahan bakar (termasuk saringan pemisah air/water separator) di awal penggunaan B30. Bila filer perlu diganti, maka harap segera diganti dengan yang baru.

Pelanggan juga sebaiknya membersihkan tangki bahan bakar secara berkala setiap 6 bulan sekali. Interval perawatan pun harus disesuaikan berdasarkan kualitas pelumas, kondisi filter, dan kondisi pengoperasian.

Indonesia mulai menerapkan aturan B20 pada tahun 2017 dan akan terus ditingkatkan di masa depan. Langkah ini dilakukan demi mencari sumber-sumber energi baru dan terbarukan, kemudian melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang suatu saat akan habis. Program biodiesel dapat pula melepaskan ketergantungan impor BBM, termasuk solar.

Penghematan devisa pun terjadi. Berkat program B30 saja, potensi penghematan devisa negara menurutnya bisa mencapai Rp 63 triliun. Alasan terakhir terkait dengan posisi Indonesia sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia.

Program biodiesel menciptakan permintaan domestik terhadap komoditas ini semakin tinggi dan menimbulkan efek bola salju terhadap 16,5 juta petani perkebunan kelapa sawit. Terlebih saat ini negara-negara lain sedang melancarkan kampanye negatif terhadap ekspor sawit. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support