Ditjen Perhubungan Darat: Pakai Bis ke Solo Bisa Lebih Cepat dari Kereta Api

Berita Otomotif

Ditjen Perhubungan Darat: Pakai Bis ke Solo Bisa Lebih Cepat dari Kereta Api

JAKARTA – Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, berkendara ke Solo dari Jakarta bisa lebih cepat ditempuh bila menggunakan bis dibandingkan Kereta Api.

Tercatat, bila menggunakan tol Trans Jawa, maka bis hanya akan membutuhkan waktu sekitar 7 jam sementara Kereta Api membutuhkan waktu 8 jam 30 menit. Waktu tempuh tersebut bisa menjadikan bis sebagai moda transportasi favorit masyarakat saat musim mudik nanti.

“Saya ada data, Jakarta-Semarang bisa ditempuh dengan waktu 6 jam menggunakan bis dan kereta api, tapi tarif bis bisa setengahnya. Sementara ke Solo, naik bis bisa 7 jam sedangkan kalau kereta butuh 8 jam 30 menit, tarif tiketnya pun lebih murah,” ungkap Ahmad Yani, A. TD. MT, Direktur Angkutan Jalan Kementrian Perhubungan siang hari tadi.

Sementara itu bila dibandingkan dengan pesawat, Ia pun menegaskan bahwa bis tetap memiliki keunggulan. Pasalnya, untuk menggunakan pesawat, masyarakat harus menyiapkan waktu lebih untuk ke Bandara, menunggu pesawat dan sebagainya.

Pesawat ke Bandara saja sudah 1-2 jam, bahkan kalau pakai Lion Air harus siapkan waktu tiga jam. Naik pesawatnya memang cepat tapi menunggu pesawatnya yang lama, belum lagi ada delay,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat tertarik untuk menjadikan bis sebagai salah satu pilihan kendaraan saat musim mudik tahun ini. Pasalnya tahun lalu, kereta api menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan.

Berdasarkan data yang kami miliki, pengguna Kereta Api di puncak musim mudik tahun lalu mencapai 372.241 orang. Ketika itu, PT Kereta Api Indonesia pun menambah jumlah gerbong untuk memenuhi lonjakan permudik.

“Dengan adanya Trans Jawa akan mempercepat akses perjalanan dari satu kota ke kota lain di pulau Jawa. Ini menarik buat penumpang untuk memilih bis sebagai moda transportasi utamanya, tinggal pelayanan dan penggunaan bus saja yang nyaman. Ini akan jadi peluang bagi kebangkitan angkutan jalan raya ke depan,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar