DFSK: Kami Bukan Produk Kelas Dua

Berita Otomotif

DFSK: Kami Bukan Produk Kelas Dua

JAKARTA - Salah satu eksekutif Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia mengatakan tantangan terbesar mereka adalah meyakinkan para konsumen bahwa kualitas mobil-mobil mereka tak kalah dengan yang lain.

Alexander Barus, Co-Chief Executive Officer PT. Sokonindo Automobile, mengakui masih ada konsumen yang meragukan produk mereka. Ini pun menjadi ‘pekerjaan rumah’ utama DFSK.

“Tantangan kami adalah meyakinkan para konsumen bahwa mobil merek China ini kualitasnya bukan kelas dua. Ini yang ingin kami buktikan. Kami bukan produk kelas dua,” ucap dia di sela-sela Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, 25 April - 5 Mei di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sekadar mengingatkan, DFSK hadir di Indonesia dengan membangun pabrik di Cikande, Serang, Banten, yang diresmikan pada November 2018. Pabrik bernilai investasi 150 juta dollar AS (lebih dari Rp 2 triliun) itu berkapasitas produksi 50 ribu unit setahun dan pengembangannya akan terus berlanjut hingga nilai investasi mencapai 300 juta dollar AS (lebih dari Rp 4 triliun).

Kini, mereka punya satu kendaraaan niaga ringan, Super Cab, ditambah dua kendaraan penumpang yakni Glory 580 plus Glory 560 yang sama-sama sebuah sport utility vehicle (SUV). Model terakhir adalah SUV murah sekelas Toyota Rush, Daihatsu Terios, maupun Honda BR-V yang baru meluncur di Telkomsel IIMS 2019.

Lebih lanjut, Alex mewajari anggapan miring masyarakat Indonesia mengenai produk asal ‘Negeri Tirai Bambu’. Apalagi, publik masih teringat dengan cerita merek motor China di akhir era 1990-an yang datang dan pergi dengan gampangnya tanpa jaminan ketersediaan suku cadang.

“Bagaimanapun kami bisa mengerti karena masalah motor China dulu. Trauma itu masih ada. Kami berusaha pelan-pelan meski agak terseok, tapi kami yakin bisa,” pungkasnya.

Strategi
DFSK, menurut Alex, melakukan beberapa strategi untuk mengikis keraguan konsumen terhadap mobil China, khususnya dari merek ini. Pertama adalah mengomunikasikan bahwa pabrik Cikande sudah menggunakan teknologi ‘industry 4.0’ yang canggih dan Flexible Manufacturing System (FMS).

“Kami juga memberikan garansi 7 tahun atau 150 ribu km. Apa lagi yang harus dibuktikan dengan adanya itu. Saya kira enggak ada pabrikan yang berani seperti ini. Kami yakin memberikannya karena kami yakin dengan kualitas produk kami,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar