DFSK: Kami Beda dari Merek-Merek China yang Dulu Tinggalkan Indonesia

Berita Otomotif

DFSK: Kami Beda dari Merek-Merek China yang Dulu Tinggalkan Indonesia

JAKARTA - Dongfeng Sokon (DFSK) menyadari betul konsumen di Indonesia punya kenangan buruk dengan merek-merek kendaraan China. Pemain baru di jagad otomotif Indonesia ini mengklaim diri mereka berbeda dari para 'pendahulu'.

Dulu, merek-merek sepeda motor China seperti Jialing dan Kanzen pernah ada di Indonesia kemudian pergi tiba-tiba. Di sektor roda empat, ada Geely yang menghilang tanpa jejak.

Sugihartono, Product Technology of Training Team PT. Sokonindo Automobile (SA), mengatakan bahwa DFSK sebagai pemain baru asal China di pasar roda empat Nusantara sadar betul akan hal tersebur. Namun, mereka punya alasan kuat untuk menegaskan bahwa mereka tak akan seperti itu.

“DFSK hadir dengan investasi yang besar sekali. Kami juga sudah bangun sebuah pabrik. Ini kemudian yang menjadikan kami sangat berbeda karena merek-merek sebelumnya tidak ada yang punya pabrik. Investasi belum terlalu besar sehingga dengan mudah meninggalkannya,” kata dia dalam Media Gathering pada Jumat (12/7/2019) di Jakarta

Pabrik yang ia maksud terletak di Cikande, Serang, Banten. Investasi untuk pabrik berkapasitas 50 ribu unit per tahun yang sudah diresmikan pada semester dua 2017 itu mencapai 150 juta dollar AS yang kini setara dengan Rp 2,10 triliun.

Pabrik ini berteknologi industry 4.0 dengan teknologi terkini. Seluruh model yang dijual di Tanah Air mulai dari 2017 yaitu pick up Super Cab, low SUV Glory 560, serta medium SUV Glory 580 dirakit di sini.

“Kami sedang lakukan persiapan membangun pabrik mesin juga di Indonesia, DFSK masuk ke Indonesia dengan melakukan tiga tahap. Pertama berakar di Indonesia, kedua berekspansi di Asia Tenggara, lalu ketiga berdistribusi ke seluruh dunia. Ini menunjukkan bisnis yang kami lakukan di sini sangat serius. Bukan jangka pendek, menengah, tapi jangka panjang,” papar Permata Islam, General Manager Marketing SA.

Jaringan dan Garansi
Pertama menjelaskan bahwa hingga Juli 2019 mereka sudah mengamankan kesepakatan membangun 64 dealer di Indonesia. Sebagian besar di antaranya berfasilitas sales, service spare parts (3S).

“Ada yang masih renovasi, persiapan pembukaan, dan lain sebagainya. Tapi sudah 64 dari target 90 dealer tahun ini. Di Pulau Jawa sudah ada semua, di Sumatera sudah lengkap mulai dari Medan, Padang, Lampung, Aceh. Sulawesi juga sudah ada seperti di Manado dan Makassar. Gorontalo juga. Kupang malah sudah operasi dari awal kehadiran kami,” papar Permata.

Sugihartono menambahkan bahwa mobil-mobil mereka dilengkapi garansi 7 tahun atau 150 ribu km. Ini belum pernah ada di Indonesia.

Garansi meliputi bodi, mesin, transmisi, kelistrikan.

“Kami benar-benar melegalkan itu di buku servis. Di situ dicatat segala detail apa saja sehingga di lapangan tidak terjadi perdebatan. Bukti kami mulai dari investasi pabrik, jumlah dealer, dan garansi sebegitu lamanya,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar