Nissan Indonesia Tanggapi Sinis LMPV Murah Milik Aliansi, Renault Triber

Berita Otomotif

Nissan Indonesia Tanggapi Sinis LMPV Murah Milik Aliansi, Renault Triber

SEMARANG - Bos Nissan Indonesia berkomentar sinis mengenai rencana Renault membawa low multi purpose vehicle (LMPV) murah Triber ke Indonesia. Memangnya, apa kata dia?

Seperti diketahui, Renault ingin bangkit dari keterpurukan di Indonesia setelah berganti agen pemegang merek (APM) pada awal tahun ini. Mereka sudah membangun 5 dealer plus beberapa service point dengan 'meminjam' dealer Mitsubishi.

Di bawah APM baru, Renault akan meluncurkan Triber, MPV sekelas Toyota Avanza dengan harga yang dijanjikan setara low cost green car (LCGC) seperti Datsun Go+ Panca, pada Juli ini. Datsun sendiri mengeluarkan tanggapan cukup tajam saat menanggapi pergerakan Renault.

“Oh, jadi mereka bisa menjual mobil?” ucap Isao Sekiguchi, Presiden Direktur PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) merespons pertanyaan Mobil123.com beberapa waktu lalu dalam Media Test Drive All-New Livina di Semarang - Yogyakarta.

Sebagai informasi, Datsun adalah merek kendaraan berharga terjangkau yang dibawahi oleh Nissan. Nissan, Renault, plus Mitsubishi sendiri merupakan salah satu aliansi otomotif terbesar di dunia.

Akan tetapi, hubungan antara Nissan - Renault memburuk sekitar setahun belakangan ini. Semua dipicu dugaan keterlibatan para eksekutif Nissan Motor Corporation di balik penangkapan Carlos Ghosn, mantan Chairman Renault sekaligus bos besar aliansi, tak lama setelah ia melontarkan wacana penggabungan total aliansi menjadi satu perusahaan.

Belakangan, pada tahun ini, Renault ingin melakukan merger dengan Fiat Chrysler Automobile tanpa berkonsultasi dengan Nissan terlebih dahulu. Namun, langkah ini berhasil ditekel oleh Nissan.

Suasana juga memanas menjelang general shareholder meeting Nissan di Yokohama pekan lalu. Pasalnya, Renault dikabarkan akan menolak proposal rencana strategi yang sudah disusun Nissan.

Jauh sebelum itu, Nissan konon sudah merasa tidak puas dengan posisi mereka di aliansi karena tidak punya hak voting dengan kepemilikan 15 persen saham Renault. Pabrikan asal Jepang ini merasa mereka paling berperan membesarkan Renault serta aliansi, meski pabrikan asal Prancis tersebutlah yang menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan dengan membeli 43 persen saham pada 1999.

Tetap Aliansi
Setelah sempat berkomentar sinis, Sekiguchi menjelaskan bahwa Nissan, bersama Renault dan Mitsubishi tetap merupakan aliansi. Saat sudah berbicara produksi, ketiganya akan bekerja sama.

“Di pasar tapi kami tetap kompetisi secara sehat. Itu normal. Mereka punya strategi, kami juga. Kami hanya lihat apa yg konsumen mau untuk Nissan dan gmn memenuhi permintaan kebutuhan mereka,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support