Daihatsu Sebut Penjualan Mereka akan Selalu di Bawah Toyota, Ini Sebabnya

Berita Otomotif

Daihatsu Sebut Penjualan Mereka akan Selalu di Bawah Toyota, Ini Sebabnya

JAKARTA – Eksekutif Daihatsu di Indonesia mengatakan penjualan mereka sampai kapan pun akan selalu lebih sedikit dari Toyota. Akan tetapi, ia menolak mengakui hal itu adalah sesuatu yang telah didesain dengan sengaja.

Toyota, di Tanah Air, sudah sejak lama menjadi merek mobil terlaris. Adapun Daihatsu selama ini selalu mengekor di posisi kedua.

Termasuk pada Januari – Mei 2020, saat pandemi virus Corona memukul pasar mobil baru. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan wholesales Toyota dan Daihatsu di ranking satu serta dua masing-masing adalah 78.111 (turun 42,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu) dan 49.443 (turun 39 persen).

Dalam paparannya mengenai kondisi pasar dan penjualan terkini Daihatsu di tengah pandemi pada akhir pekan lalu, Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI – DSO) beberapa kali mengatakan bahwa mereka di masa pandemi pun masih ‘disiplin’ berada di bawah Toyota. Arti kata ‘disiplin’ itu lalu dipertanyakan oleh para wartawan yang mengikuti paparan.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), kemudian menyangkal kata itu bisa diartikan bahwa posisi Daihatsu sekarang memang kebijakan dari Grup Toyota. Sebagai informasi, Daihatsu adalah merek mobil yang berada di bawah Grup Toyota. Bahkan, saham Daihatsu sudah diakuisi penuh oleh Toyota sejak 2016.

“Tidak ada kebijakan seperti itu. Pada dasarnya kami dan Toyota satu grup. Kami berkolaborasi dengan konsep bagaimana memaksimalkan performa Grup Toyota. Secara merek, masing-masing punya konsumennya,” respons Amelia melalui aplikasi Zoom, mengacu pada kerja sama produk serta perakitan model Toyota di pabrik-pabrik Daihatsu.

Daihatsu, aku Amel, akan selalu berada di belakang Toyota lebih karena pangsa pasar mereka saat ini terlanjur berselisih terlalu jauh. Toyota kini menguasai pasar Nusantara dengan pangsa pasar sekitar 30 persen, sedangkan Daihatsu di kisaran 17 persen.

“Sampai kapan pun, realitas ini harus kami terima. Untuk jadi nomor satu di Indonesia, dengan gap sebesar ini tak akan terkejar,” tukas dia.

Hendrayadi menambahkan dari jumlah model saja, Daihatsu kalah jauh dari Toyota. Daihatsu kini memasarkan sembilan model di Tanah Air.

“Toyota bisa lebih dari dua kali lipatnya. Jadi pangsa pasar mereka dua kali lipat,” tutup Hendrayadi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar