Dihantam Covid-19, Penjualan Mobil Mei 2020 Turun 95 Persen

Berita Otomotif

Dihantam Covid-19, Penjualan Mobil Mei 2020 Turun 95 Persen

JAKARTA – Angka penjualan pada Mei 2020 sementara ini menjadi yang terendah sepanjang tahun dengan penurunan mencapai 95 persen gara-gara pandemi virus Corona (Covid-19).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terbaru menunjukkan bahwa penjualan wholesales (distribusi dari pabrikan ke dealer) pada bulan kelima 2020 hanyalah 3.551 unit. Volumenya terjun bebas hingga 95,78 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year) sebesar 84.109 unit.

Sementara itu, penjualan retail (pengiriman dari dealer ke konsumen) bulan itu berjumlah 17.083 unit. Penurunannya, jika dibandingkan dengan Mei 2019 dengan pencapaian 93.881 unit, mencapai 81,8 persen.

Pasar mobil nasional sudah babak belur sejak April dan kondisi yang makin lesu pada Mei 2020 sudah diprediksi oleh pabrikan otomotif. Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor, dalam sebuah diskusi virtual pada bulan itu mengatakan efek dari penurunan daya beli karena pandemi akan diperparah oleh adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah, yang menyebabkan dealer-dealer serta pabrik-pabrik mesti tutup untuk mencegah penyebarluasan plus penularan virus Covid-19.

Virus Corona, yang pertama kali muncul di China pada akhir 2019, baru diketahui masuk ke Tanah Air pada 2 Maret 2020. Ketika itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua pasien pertama yang sudah terkonfirmasi tertular Covid-19 di Depok, Jawa Barat.

Mulai 10 April 2020,PSBB dilakukan, dimulai dari Ibu Kota Jakarta dan diikuti oleh banyak wilayah lain. Gaikindo sendiri, sejak April, sudah memutuskan merevisi target penjualan mobil 2020 karena pandemi. Target awal 1,050 juta unit--tak jauh beda dari capaian 2019 yang 1,030 juta unit--dikoreksi menjadi 600 ribu saja. Belakangan, para pelaku usaha agak pesimistis angka 600 ribu itu bisa tercapai.

Pada awal Juni ini, daerah-daerah tersebut atas instruksi dari pemerintah pusat mulai melonggarkan atau mencabut PSBB untuk memulai masa transisi menuju ‘new normal’ (kehidupan normal dengan norma-norma baru) di tengah pandemi Corona. Kebijakan new normal diprediksi akan membuat penjualan mobil pada Juni ini mulai membaik. Meski demikian, kenaikannya dipercaya tidak seberapa karena masih ada impak dari pandemi.

Titik Terendah
Tren penjualan mobil di 5 bulan pertama 2020 menunjukkan menunjukkan penurunan. Penjualan wholesales per bulan secara berturut-turut adalah 80.435 unit, 79.645 unit, 76.811 unit, 7.868 unit dan 3.551 unit. Total penjualan wholesales Januari – Mei 248.310 unit, turun 41,23 persen year on year dari sebelumnya 422.479 unit.

Dari sisi retail, penjualan per bulan secara berturut-turut adalah 81.064 unit, 77.847 unit, 60.449 unit, 24.273 unit, hingga menjadi 17.083 unit. Total penjualan retail Januari – Mei 260.716 unit, turun sekitar 40 persen year on year dari sebelumnya 343.466 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar