Bagaimana Drakor, KPop Menolong Hyundai Indonesia ‘Masuk’ ke Pembeli Mobil Pemula

Berita Otomotif

Bagaimana Drakor, KPop Menolong Hyundai Indonesia ‘Masuk’ ke Pembeli Mobil Pemula

JAKARTA – Kepopuleran drama korea (drakor) maupun Korean pop (Kpop) diakui punya andil membantu pemasaran Hyundai di Indonesia, khususnya di generasi yang kelak menjadi pembeli mobil pemula. Apalagi, Hyundai di masa depan berencana merilis multi purpose vehicle (MPV) murah.

Astrid Ariani Wijana, Head of Marketing Division PT. Hyundai Motor Indonesia (HMID), mengatakan keberhasilan drakor serta KPop menjadi ‘pop culture’ sedikit-banyak menolong mereka sebagai produk dari 'Negeri Ginseng'. Terlebih, berbagai model Hyundai pun kerap terlihat ‘membintangi’ bermacam serial drakor.

“Pasti akan ada rembesan – rembesan di mana infiltrasi kultur ini bisa berpengaruh terhadap berkembangnya merek Hyundai di Indonesia, terutama melalui generasi lebih muda. Itu pula kenapa Hyundai memilih BTS (boyband KPop--Red) sebagai Global Brand Ambassador. Mereka ini, kan, dekatnya dengan milenial dan generasi Z,” papar dia menjawab pertanyaan Mobil123.com di sela – sela test drive Hyundai Santa Fe Facelift, akhir April 2021 di Puncak, Bogor.

Generasi milenial (disebut juga generasi Y) adalah mereka yang lahir pada 1981 – 1996. Sementara, generasi Z lebih muda lagi yaitu kelahiran 1997 – 2012.

Bebin Djuana, veteran industri dan Pengamat Otomotif, dalam wawancara via telepon beberapa waktu lalu sempat mengatakan pada masa depan mereka inilah yang membentuk pasar roda empat nasional.

LMPV dan ‘Pekerjaan Rumah’ Lain

Astrid menerangkan saat ini generasi Y dan Z memang masih kuliah atau baru masuk kerja, sehingga belum punya daya beli kuat di pasar otomotif. Akan tetapi, saat sudah lebih matang, mereka pastinya akan menjadi pembeli mobil pemula atau first car buyer.

 Drakor serta KPop bisa bermanfaat sebagai perkenalan awal merek Hyundai dengan mereka.

“Merek kami terkomunikasikan melalui hal – hal yang secara tidak langsung terkait dengan sesuatu yang menghibur. Otomatis ini secara perlahan tentunya akan membuat merek Hyundai makin dikenal di kalangan yang mungkin bukan core-nya (intinya) otomotif: para milenial, generasi z, para ibu rumah tangga,” papar dia lagi.

Hyundai di sebuah drakor

Hyundai Indonesia sendiri turut memanfaatkan KPop dalam strategi pemasaran mereka. Di City Store Hyundai yang berlokasi di pusat perbelanjaan, ada photo booth dengan BTS yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality.

“Bentuk-bentuknya sekarang sebenarnya adalah engagement atau aktivitas yang juga bisa diikuti oleh mereka yang mungkin bukan penggemar otomotif. Tapi mereka akhirnya jadi mengenal Hyundai melalui aktivitas tersebut,” tandas Astrid.

Hyundai diketahui akan merilis MPV murah atau low MPV (LMPV). Astrid mengakui ‘perkenalan’ terhadap merek Hyundai via pop culture Korea akan membantu mempopulerkan merek ini di kalangan pembeli mobil pemula--target konsumen dari LMPV.

mobil Hyundai di drakor Vagabond

Namun, ia mengatakan Hyundai juga masih punya beragam ‘pekerjaan rumah’ di Tanah Air. Setelah ‘perkenalan awal’ tersebut, terdapat berbagai hal lanjutan yang masih harus mereka lakukan.

“Justru menurutku yang lebih penting adalah menjadi relevan bagi audiens kita. Bagaimana Hyundai bisa juga masuk ke hati orang Indonesia melalui ‘Indonesian part' juga. Jadi tetap harus ada lokalisasi (strategi) yang kami lakukan supaya kami bisa relevan,” tandas dia.

Beberapa tahun terakhir, prinsipal Hyundai turun langsung menangani bisnis di Indonesia melalui HMID. Hyundai juga sedang membangun pabrik perakitan di Cikarang, Bekasi yang rencananya mulai berproduksi awal 2022--ketika mereka sudah berhasil mencapai target 100 dealer.

Sejak 2020, Hyundai di bawah HMID meluncurkan terlebih dahulu mobil – mobil kelas menengah ke atas yaitu duo mobil listrik Ioniq – Kona EV, Palisade, Santa Fe facelift. Model serta segmen kendaraan Hyundai akan terus diperluas.

“kalau bicara tentang brand sustainability (keberlangsungan merek), pasti yang akan disasar beberapa segmen. Artinya, memang kita tidak hanya mempertahankan segmen terkini tapi juga mempersiapkan konsumen – konsumen berikutnya. Dalam hal ini generasi milenial dan generasi Z,” tutup Astrid. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar