Alat Pengecasan Mobil Listrik Mitsubishi di Senayan Impor dari China

Berita Otomotif

Alat Pengecasan Mobil Listrik Mitsubishi di Senayan Impor dari China

JAKARTA – Demi membuat stasiun pengecasan daya cepat mobil listrik di Plaza Senayan, Mitsubishi perlu mengimpor dari China. Mereka juga harus merogoh kocek hingga sekitar setengah miliar rupiah.

Seperti diberitakan sebelumnya, merek asal Jepang ini meresmikan fasilitas tersebut pada Selasa (26/11/2019). Ini merupakan stasiun pengecasan daya cepat mobil listrik pertama yang mereka buat di area publik di Indonesia, bekerja sama dengan beberapa pihak khususnya PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Ini murni inisiatif dari Mitsubishi. Kami ingin mengembangkan pasar dan industri mobil listrik termasuk plug-in hybrid electriv vehicle (PHEV) di Indonesia. Kami yakin teknologi kendaraan ini baik untuk masyarakat Indonesia,” ucap Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT. Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam konferensi pers.

Sebagai informasi, pada 2021 era mobil listrik di Indonesia bakal dimulai. Pasalnya, pada tahun ini insentif-insentif bagi mobil listrik, mulai dari hybrid sampai mobil listrik murni, mulai berlaku sesuai amanat dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 plus Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019.

Mitsubishi sendiri sudah meluncurkan Outlander PHEV di Indonesia pada Juli kemarin tanpa insentif sehingga harganya mencapai lebih dari 1 miliar. Mereka juga mengumumkan ‘Start Now Project’ yang bertujuan membentuk masyarakat mobil listrik di Nusantara.

Lebih lanjut, stasiun pengecasan daya cepat Mitsubishi mempunyai dua socket. Satu merupakan socket bertipe AC untuk pengisian bertempo lambat, sedangkan satu lagi bertipe CHAdeMO (DC) yang mampu mengisi 0 – 80 persen hanya dalam 25 menit.

“Perangkat pengecasan kami diimpor dari China. Perakitnya adalah Delta Electronics, perusahaan asal Taiwan,” ujar Yuta Yamashita, PHEV Task Force Team Leader MMKSI.

Investasi murni berasal dari agen pemegang merek Mitsubishi di Indonesia itu. Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

“Semua total biaya yang kami keluarkan sampai dengan Rp 500 juta,” terang Hanif Rizky, Assistant Manager Product Planning Department MMKSI.

Secara total, merek berlogo tiga berlian ini telah membangun stasiun pengecasan daya mobil listrik di 16 titik. Selain satu di Plaza Senayan, terdapat pula di 14 dealer kendaraan penumpang mereka di Jawa dan Bali. Adapun satu sisanya berada di kantor pusat MMKSI di Pulomas, Jakarta. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar