LCGC Dinilai Sukses Bikin Pemotor Beralih ke Mobil

Berita Otomotif

LCGC Dinilai Sukses Bikin Pemotor Beralih ke Mobil

JAKARTA – Umur segmen low cost green car (LCGC) di Indonesia tahun ini sudah mencapai enam tahun. Di usia tersebut, segmen ini dinilai berhasil memicu banyak pengguna sepeda motor beralih ke mobil.

Sekadar mengingatkan, segmen LCGC dibentuk oleh pemerintah pada 2013 sebagai sekumpulan mobil ringkas berkapasitas kecil yang diharapkan relatif minim polusi dan mempunyai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi. Model-model di dalamnya lantas diistimewakan dengan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen dan selanjutnya 3 persen mulai 2021.

Sejak Januari – Oktober kemarin, total penjualan wholesales di segmen ini menurut data Gaikindo mencapai 177.860 unit. Komposisinya 20,93 persen dari total pasar yang menyentuh 849.609 unit dan menjadi salah satu segmen terbesar saat ini.

Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan porsi pembeli mobil pertama di LCGC amat signifikan. Kontribusinya di dua LCGC Toyota, city car Agya maupun multi purpose vehicle (MPV) Calya, bukan cuma 50 persen dari total penjualan tapi sampai kisaran 70 persen.

“Baik Agya maupun Calya, pembeli mobil pertama komposisinya kira-kira 70 persen,” aku Anton kepada Mobil123.com melalui pesan singkat pada Kamis (5/12/2019) sore.

Hingga Desember 2019, ada lima merek yang bermain di segmen ini. Di samping Toyota, terdapat Daihatsu (city car Ayla, MPV Sigra), Honda (city car Brio Satya), Suzuki (city car Karimun Wagon R), serta Datsun (city car Go Panca, MPV Go+ Panca). Namun, mulai 2020, Datsun akan hilang dari peredaran.

Honda juga mengaku banyak menggaet konsumen baru untuk LCGC mereka. Akan tetapi, porsinya tidak sebesar Agya dan Calya.

“Di Brio Satya, 40 – 50 persen pembelinya datang dari pengguna sepeda motor,” pungkas Yusak Billy, Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor pada akhir pekan lalu di Serpong, Tangerang.

Setelah Kena Pajak
Pada 2021, regulator melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 bakal mulai mengenakan PPnBM 3 persen pada LCGC. Akan tetapi, besaran pajaknya tetap jauh lebih rendah ketimbang mobil-mobil konvensional lain dan hanya bisa ditandingi oleh mobil hybrid, mobil plug-in hybrid (PHEV), mobil listrik murni, sampai mobil hidrogen.

Anton belum bisa memprediksi apakah jumlah pembeli mobil pertama akan tetap sebanyak sekarang saat aturan ini berlaku. Tapi ia berharap demikian.

“Kami masih pelajari. Tapi mudah-mudahan bisa mempertahankan komposisi besar di pembeli mobil pemula,” tukasnya.

Billy, di sisi lain, masih yakin LCGC mampu tetap merayu para pengguna motor untuk naik level. Tapi pertumbuhan ekonomi harus baik.

“Pembeli mobil pemula masih banyak di Indonesia. Kalau ekonomi makin bagus, mereka bakal banyak naik ke LCGC,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support