Wow, Pemerintah Targetkan Produksi 1 Juta Mobil Listrik pada 2035

Berita Otomotif

Wow, Pemerintah Targetkan Produksi 1 Juta Mobil Listrik pada 2035

JAKARTA – Dalam waktu 14 tahun dari sekarang, pemerintah ingin mendorong industri otomotif nasional merakit sejuta mobil listrik per tahun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam bahan presentasinya di Investor Daily Summit 2021 beberapa waktu lalu, memaparkan peta jalan (road map) pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia hingga 2035.

Untuk mobil listrik, pemerintah menargetkan produksi yang mencapai 400 ribu unit per tahun pada 2025, 600 ribu unit per tahun pada 2030, kemudian 1 juta unit per tahun pada 2035. Adapun penurunan emisi gas buang pada 2035 ditargetkan sebesar 4,6 juta ton karbondioksida CO2.

mobil listrik Hyundai Ioniq

Terdapat pula target produksi lokal sepeda motor listrik dalam jangka waktu yang sama. Volumenya mencapai 1,76 juta unit per tahun pada 2025, 2,45 juta unit per tahun pada 2030, kemudian 3,22 juta unit per tahun pada 2035.

Penurunan emisi gas buang dari sektor kendaraan roda dua pada 2035 ditargetkan sebesar 1,4 juta ton CO2.

“Selain itu, dalam rangka mendorong industrialisasi kendaraan listrik, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal,” tegas Agus dalam acara yang disiarkan secara virtual via YouTube itu.

Bagi konsumen, bentuk insentifnya antara lain adalah tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) khusus bagi mobil listrik—mulai dari mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), sampai 100 persen baterai—yang berlaku mulai 16 Oktober 2021. Adapun besarannya, seperti bisa dilihat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, antara 0-12 persen pada tahap pertama tergantung pada jenis teknologi dan keluaran emisi gas buangnya.

Sementara, tarif PPnBM mobil-mobil bermesin konvensional nantinya dimulai dari 15 persen, tergantung kapasitas mesin yang diusung serta emisi gas buangnya.

Ada pula tarif Bea Balik Nama (BBN-KB) spesial tergantung kebijakan masing-masing daerah plus uang muka dan bunga kredit ringan.

Insentif bagi produsen kendaraan listrik maupun komponen-komponennya, di sisi lain, tak kalah beragam. Mulai saja mini tax holiday, tax holiday, sampai super tax deduction siap diberikan pemerintah.

SPKLU mobil listrik Shell di Indonesia

Untuk pembangunan infrastruktur pengecasan baterai (SPKLU) pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepenting. Adapun jumlahnya, seperti diberitahukan dalam kesempatan-kesempatan terdahulu, adalah 2.400 SPKLU pada 2025. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar