Waspada Berkendara Saat Hujan, Bahaya Aquaplaning Mengintai

Panduan Pembeli

Waspada Berkendara Saat Hujan, Bahaya Aquaplaning Mengintai

Risiko mobil atau motor mengalami aquaplaning kerap disinggung, ketika musim hujan datang. Memangnya apa, sih, aquaplaning itu?

Berkendara di tengah hujan memang perlu kehati-hatian lebih. Soalnya, ketika itu, muncul berbagai faktor yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Pertama, visibilitas pengemudi ke jalan saat hujan tentu saja berkurang. Semakin deras hujan yang turun, semakin tereduksi pula daya pandang ke arah jalan.

Ancaman tak berhenti sampai di sana. Satu lagi momok yang tak kalah menakutkan adalah mengalami aquaplaning yang bisa menyebabkan kecelakaan fatal, kerusakan parah pada mobil, hingga potensi cedera berat sampai kehilangan nyawa.

Artikel kali ini akan mengulas perihal itu sekaligus bagaimana cara menghindarinya, berdasarkan penelusuran Mobil123.com dari berbagai sumber.

Definisi dan Penyebab Terjadinya Aquaplaning

Aquaplaning dapat disebut juga sebagai hydroplaning. Keduanya bisa diartikan sebagai kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram atau traksi terhadap jalan.

aquaplaning atau hydroplaning

Adapun penyebabnya ialah genangan air pada jalan yang sedang dilintasi, yang membuat tapak ban kehilangan kontak sesaat dengan permukaan. Akhirnya, mobil pun tidak bisa dikendalikan dan mengarah ‘liar’ tanpa bisa diduga.

Gawatnya, genangan air tidak perlu terlalu tinggi agar dapat memicu aquaplaning. Genangan yang relatif cetek pun dapat menyebabkan ban kehilangan kontak dengan jalan, apalagi jika bodi mobil sedang sedikit terangkat karena berjalan terlampau cepat atau karena downforce (gaya tekan ke bawah) yang kurang.

Air, di sisi lain, mempunyai tingkat kekentalan atau viskositas yang membuatnya perlu waktu untuk mengalir maupun berpindah tempat, sekalipun mendapat tekanan dari bobot mobil yang melaju.

Risiko terjadinya aquaplaning disebut relatif lebih tinggi pada jenis-jenis mobil besar dengan ground clearance tinggi semisal MPV maupun SUV, ketimbang pada sedan atau hatchback.

Selain itu, ban dengan kondisi tapak yang sudah tidak ideal juga memperbesar risiko aquaplaning. Pasalnya, kemampuan ban memecah dan mengalirkan genangan air di permukaan jalan menjadi berkurang.

Jika disimpulkan, berikut faktor-faktor penyebab aquaplaning pada kendaraan:

  • Genangan air
  • Mobil yang melaju terlalu cepat
  • Terjadinya daya angkat akibat aliran angin di kendaraan
  • Tapak ban yang sudah tipis

Cara Menghindari Aquaplaning atau Hydroplaning

Pepatah Indonesia lama mengatakan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Oleh karena ini, lebih baik menghindari semaksimal mungkin risiko mengalami aquaplaning, ketika Anda sedang mengemudikan kendaraan di tengah hujan.

aquaplaning atau hydroplaning

Lalu, apa saja yang mesti Anda perhatikan untuk meminimalisir potensi ‘mencicipi’ aquaplaning?

  • Kurangi Kecepatan Mobil

Langkah pertama, Anda wajib mengurangi kecepatan mobil ketika berkendara di kala hujan atau pun saat sedang melintas jalan yang masih basah pascahujan.

Seperti dijelaskan di atas, kecepatan dapat menjadi salah satu faktor ban mengalami momentum berkurangnya ‘pijakan’ pada permukaan jalan selama sepersekian detik. Hal tersebut, ditambah dengan keberadaan genangan air, sudah amat cukup memicu aquaplaning.

Dengan mengurangi kecepatan, Anda juga punya waktu lebih untuk mengamati kondisi di sekitar serta bereaksi. Apalagi, daya pandang pengemudi ketika hujan tereduksi.

  • Tak Melakukan Hal-Hal Lain Sembari Mengemudi

Ketika mengemudi di saat cerah saja, kita harus fokus, apalagi saat hujan.

Jangan sekali-kali melakukan hal-hal yang dapat mengalihkan fokus kita walaupun hanya sesaat. Misalnya saja dengan mengutak-atik head unit, melihat layar smartphone, berkirim pesan lewat smartphone, menelpon, atau menonton tayangan video atau film via head unit.

  • Jangan Bermanuver

Karakter mengemudi yang agresif amat tidak dianjurkan di kala hujan, karena memperbesar kemungkinan terjadinya aquaplaning. Oleh karena itu, jangan melakukan manuver-manuver yang bisa ‘mengetes’ stabilitas dan downforce mobil Anda seperti menikung tajam dengan kecepatan tinggi atau menyalip mobil-mobil lain secara cepat.

  • Pastikan Ban Tidak Aus dan Tekanan Anginnya Sesuai

Sebagai komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan, kondisi ban amatlah penting. Terlebih ketika Anda mengemudi di musim hujan.

Cek keadaan empat ban mobil Anda secara rutin untuk memastikan tapaknya belum aus. Ban yang aus sudah kehilangan kemampuan mengaliri air, juga sudah kehilangan daya cengkeram hingga ke taraf yang membahayakan orang-orang di dalam kabin mobil. Ban pun menjadi licin.

Untuk mengetahui hal ini, Anda dapat mengacu pada Tread Wear Indicator (TWI) pada sisi samping ban.

Setelah itu, ketahui dengan pasti tekanan angin ban yang ideal untuk model kendaraan yang Anda miliki. Cek di buku manual kendaraan, kemudian periksa tekanan angin kendaraan secara lebih rutin lagi pada musim hujan.

  • Memiliki Mobil dengan Fitur-Fitur Bantuan Keselamatan Aktif

Faktor utama keselataman berkendara seyogyanya ada pada sisi kewaspadaan pengemudi. Namun, mobil dengan fitur-fitur bantuan keselamatan aktif tentunya bakal makin menguntungkan orang-orang di dalam kabin mobil.

Setidak-tidaknya, pilihlah mobil yang punya Vehicle Stability Control (VSC) serta Traction Control (TC). Patut pula disadari arti penting sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA).

Cara Mengatasi Aquaplaning

Lantas, bagaimana kalau ternyata Anda mengalami aquaplaning, walaupun sudah berusaha keras menghindarinya? Tentu saja, hal ini membutuhkan kecekatan, refleks, plus teknik berkendara yang baik.

aquaplaning atau hydroplaning

Namun, secara umum, ini tahapan-tahapan yang harus Anda lakukan ketika ‘terjebak’ dalam situasi tersebut:

  • Usahakan Jangan Panik

Saat panik, kemampuan berpikir dan respons Anda bisa makin tidak terkendali. Padahal, dalam kondisi mobil yang sulit dikendalikan akibat aquaplaing, pengendalian diri pengemudi serta kemampuan berpikir cepat menggerakkan tangan dan kaki amat penting.

  • Jangan Injak Pedal

Angkat kaki dari semua pedal di bawah. Jangan menginjak pedal gas maupun rem.

  • Atur Pergerakan Setir

Anda tidak boleh memutar lingkar kemudi terlalu cepat, ketika sedang mengalami aquaplaning. Rasakan serta ikuti arah pergerakan mobil sampai Anda mendapatkan lagi kontrol atas kendaraan.

Pergerakan-pergerakan spontan pada pedal maupun setir tidak boleh dilakukan.

Sudah mengerti, kan, sekarang bahwa aquaplaning adalah suatu hal yang amat sangat mengancam keselamatan para pengguna jalan? Jadi, tolong lebih berhati-hati lagi di jalan, ya, Mobilovers di tengah musim hujan seperti sekarang ini! [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar