Test Drive Datsun Cross, Bukan Sekadar Go+ Panca yang Ditinggikan

Review

Test Drive Datsun Cross, Bukan Sekadar Go+ Panca yang Ditinggikan

KARAWANG – Datsun Cross 2018 banyak disebut sebagai Go+ Panca yang ditinggikan, namun nyatanya rasa berkendara crossover ini jauh lebih baik ketimbang saudara tuanya itu.

Cross meluncur pada 18 Januari 2018 di Indonesia sebagai model ketiga Datsun setelah Go serta Go+ Panca. Mobil ini terdiri dari satu varian bertipe transmisi manual dan otomatis X-Tronic Continuously Variable Timing (CVT) dengan harga on-the-road Jakarta Rp 161,49 juta serta Rp 173,99 juta.

Berbagai media massa nasional, termasuk Mobil123.com, mendapat kesempatan menjajal performa Cross beserta fitur-fitur keselamatannya sebanyak 2 putaran di Bridgestone Proving Ground, Karawang, Jawa Barat. Di atas trek sepanjang 1,9 km itu, kami berkesempatan mencicipi varian tipe X-Tronic CVT.

Eksterior dan Interior

Sebelum berbicara lebih lanjut, ada baiknya kita cermati dahulu bagian eksterior dan interiornya. Mobil123.com memiliki beberapa catatan untuk keduanya.

Eksterior Cross terbilang mirip dengan Go+ Panca, khususnya bagian buritan. Hanya saja, Datsun memberikan ornamen-ornamen untuk membuatnya tampil lebih gagah. Ini terlihat dari aksesoris tambahan di sisi kiri-kanan tubuh maupun spoiler serta underguard belakang.

Pintu bagasi tak praktis karena hanya bisa dibuka dari tuas kecil di bawah kursi pengemudi, persis seperti sang kakak. Bagasi juga baru ada ketika pintu baris ketiga dilipat.

Tampilan interior seperti jok kursi maupun dashboard juga identik, hanya dibedakan secara signifikan oleh fitur layar-sentuh yang terhubung dengan ponsel pintar di konsol tengah.


Respon Mesin dan Transmisi

Tarikan awal Cross, di luar dugaan, cukup responsif. Transmisi CVT tentunya memegang peran cukup besar di titik ini sebagai penyalur sempurna tenaga mesin ke lingkar roda.

Chief Vehicle Engineer Datsun Business Unit Nissan Motor Coporation Nobuyuki Kawai menjelaskan, CVT milik Nissan adalah yang pertama menggunakan sub-planetary gear. Fungsinya adalah menambah jangkauan rasio dari girboks, khususnya di putaran bawah mesin.

“Rasionya menjangkau dari putaran yang sangat rendah hingga sangat tinggi sehingga membuatnya seperti transmisi otomatis delapan-percepatan,” klaim dia.

Akselerasi Cross ketika melibas trek lurus sepanjang 840 m juga terbilang lumayan untuk mesin 1.2 l, DOHC, tiga silinder. Ketika Mobil123.com menginjak rem 150 m sebelum tikungan, jarum speedometer berada di angka 125 km per jam.

Sebagai informasi, mesin Cross di tipe transmisi manual persis sama dengan Go+ Panca. Tenaganya mencapai 67 hp pada putaran mesin 5.000 rpm dengan torsi 104 Nm di putaran 4.000 rpm.

Mesin di tipe X-Tronic CVT pun sama, tapi diberikan engine control unit (ECU) berbeda. Sebagai efeknya, tenaga lebih besar, menjadi 77 hp pada 6.000 rpm, dengan torsinya 104 Nm di 4.400 rpm.


Kenyamanan Kabin
Suspensi Cross cukup rigid melibas bagian trek yang menduplikasi kondisi jalan buruk di Bridgetone Proving Ground. Body roll Cross harus diakui masih cukup terasa tapi masih dalam batas toleransi apalagi ground clearancenya mencapai 200 mm.

Tim riset dan pengembangan Datsun menjelaskan telah melakukan setting ulang pada sistem supensi dengan memperkuat beberapa strukturnya. Tujuannya tentu agar mampu menangani bobot 980 kg, ukuran roda lebih besar, plus ground clearance yang jauh lebih tinggi.

“Struktur suspensi antara Go+ Panca dan Cross sama. Tapi damping force di sisi kiri-kanan depan kami setel ulang karena roda alloy-nya kini jadi 15 inchi. Kalau roda semakin besar, jadi makin keras jika pakai suspensi sama. Bagian valve suspensi kami atur. Kami juga menjaga body-roll tak terlalu banyak karena ground clearance 200 mm," jelas  R&D Manager PT. Nissan Motor Indonesia Anton Khristanto.

Ia juga menambahkan bahwa shock absorber suspensi depan-belakang diatur ulang plus bagian belakang juga ada ditunjang dengan stabilizer. Getaran kabin diperkecil dengan meningkatkan rigiditas rangka melalui body reinforcement.

Tak hanya itu, interior Cross juga tergolong lebih senyap dibandingkan Go+ Panca. Hal ini berkat upgrade sistem insulasi di keempat sisi pintu, pilar A dan B, hingga firewall.

Vehicle Dynamic Control
Pada satu bagian trek yang berbentuk melingkar dan basah, Mobil123.com juga mencoba handling Cross. Berkat fitur Vehicle Dynamic Control (VDC), usaha yang diperlukan dalam mengendalikan lingkar kemudi lebih sedikit, mobil mudah untuk dikendalikan.

Menurut Anton, VDC bekerja mengandalkan empat sensor. Masing-masing diletakkan di sistem pengereman dan mencakup Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), Traction Control, dan Brake Limited Slip Differential.

Verdict
Dengan harga Rp 161,5 jutaan Datsun Cross 2018 jelas merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan Datsun GO+ Panca. Apalagi Datsun Cross diimbuhi lebih banyak fitur keselamatan dan tampangnya lebih macho. [Xan/Idr]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual