Terbongkar! Toyota Kijang Innova Hybrid Meluncur di Indonesia pada 2022

Berita Otomotif

Terbongkar! Toyota Kijang Innova Hybrid Meluncur di Indonesia pada 2022

JAKARTA – Toyota Kijang Innova tak hanya akan dijual di Indonesia dalam versi mesin bensin dan diesel, karena varian mesin hybrid pun sudah dalam rencana.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memasukkan poin soal Kijang Innova hybrid dalam presentasinya di acara Investor Daily Summit 2021 yang disiarkan via YouTube beberapa waktu lalu. Bahkan, peluncuran model tersebut dijadwalkan terjadi dalam waktu dekat.

“Toyota akan memproduksi: 10 model hybrid termasuk lima model plug-in hybrid (PHEV). Salah satunya merek nasional Kijang hybrid (2022),” demikian tertulis dalam bahan presentasi Agus.

Toyota Kijang Innova

Informasi perihal rencana perakitan 10 model Toyota berteknologi elektrifikasi sebenarnya sudah diberitahukan pada Desember 2020, dalam pertemuan virtual antara para eksekutif Toyota Motor Corporation dengan pemerintah. Seluruh model itu bakal meluncur bergiliran hingga 2025.

Namun, identitas dari masing-masing model ketika itu belum terbongkar. Kini, akhirnya terungkap salah satu model di antaranya ialah Kijang hybrid.

Toyota sudah memberikan komitmen investasi tambahan Rp28,3 triliun di Indonesia sampai 2024. Uang sebesar itu bakal mereka gelontorkan untuk mendukung rencana pemerintah mengembangkan industri plus pasar mobil listrik di Tanah Air mulai Oktober 2021 baik itu hybrid, PHEV, maupun mobil listrik murni.

Toyota Kijang Innova 2021

Selain Toyota, komitmen investasi untuk elektrifikasi kendaraan sudah diberikan pula oleh Honda, Suzuki, Mitsubishi dalam kunjungan Kemenperin ke Jepang pada awal 2021. Di luar merek-merek Jepang itu, ada juga Hyundai yang sedang membangun pabrik di Cikarang, Bekasi untuk perakitan mobil listrik.

Agus, dalam pidatonya di Investor Daily Summit 2021, mengingatkan kembali berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal yang pemerintah siapkan untuk konsumen maupun pabrikan mobil listrik. Di antaranya keringanan Pajak Penjualan Barang Mewah hingga 0 persen untuk menurunkan harga jual, keringanan Bea Balik Nama Kendaraan (BBN-KB), uang muka ringan hingga 0 persen, suku bunga rendah, sampai diskon penyambungan atau penambahan daya listrik untuk infrastruktur pengecasan baterainya di rumah.

Insentif untuk pabrikan, di sisi lain, adalah tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk, bea masuk ditanggung pemerintah.

“Dan super tax deduction untuk aktivitas R&D (riset dan pengembangan),” tutup Agus. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar