Toyota Pilih Thailand Jadi Basis Produksi Mobil Listrik

Berita Otomotif

Toyota Pilih Thailand Jadi Basis Produksi Mobil Listrik

BANGKOK – Toyota resmi memilih Thailand untuk memproduksi kendaraan listriknya.

Tak tanggung-tanggung, produksi kendaraan listrik di Thailand tersebut merupakan salah satu bagian untuk memperluas penjualan kendaraan listrik secara global. Dengan demikian bukan tidak mungkin Thailand akan menjadi pusat produksi kendaraan listrik untuk Asia Tenggara.

Dengan persetujuan dari Board of Investment (BoI), per tanggal 7 Januari, Toyota harus memulai produksi kendaraan listrik dalam tiga tahun. Ini harus dilakukan untuk bisa mendapatkan manfaat dari beberapa potongan pajak, termasuk pembebasan pajak penghasilan perusahaan, meski tidak ada hukuman yang akan dikenakan bila Toyota tidak mengikuti rencana tersebut.

“Kami akan memeriksa semua langkah yang sesuai dengan keistimewaan tersebut. Detail terkait jadwal dan model untuk produksi akan segera diselesaikan,” ungkap juru bicara untuk Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing Co.

Toyota rencananya akan memproduksi kendaraan listrik di pabrik Gateway yang terletak di sebelah timur provinsi Chachoengsao. Toyota bercita-cita untuk bisa menjual lebih dari 1 juta unit mobil listrik dan fuel cell diseluruh dunia pada 2030.

Dalam hal ini, dibandingkan Indonesia, Thailand memang sudah lebih siap dengan memasukkan program mobil listrik sebagai salah satu industri prioritas. Bahkan rancangan investasi pun sudah dibuat sejak tahun 2017. Sementara Indonesia hanya memiliki Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang hingga kini tidak ada kabar lagi.

Meski demikian, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi produsen kendaraan listrik Toyota di masa depan. Hanya saja, jenis kendaraan kemungkinan akan sangat berbeda.

Thailand Lebih Fokus

Thailand memang sudah cukup fokus dalam mengembangkan arah kebijakan mobil listrik. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Uttama Savanayana, Menteri Keuangan Thailand yang menegaskan bahwa roadmap kendaraan listrik sudah harus rampung dibuat tahun ini. Roadmap tersebut nantinya akan berfungsi sebagai rencana induk nasional untuk kendaraan listrik.

Rampungnya roadmap kendaraan listrik akan membangun kepercayaan dari produsen yang ingin memproduksi kendaraan listrik di Thailand. Pemerintah Thailand tahu bahwa produsen mobil meminta transparansi kebijakan, kriteria investasi dan intensif yang diberikan bila kendaraan listrik di produksi di negara tersebut.

Pemerintah Thailand juga tertarik untuk mengembangkan negaranya sebagai pusat pengembangan kendaraan listrik regional. Bahkan, mereka telah menempatkan ini sebagai salah satu dari 12 industri yang diutamakan.

Sebelumnya, BoI juga telah mengenalkan enam skema keistimewaan pajak untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrids di Maret 2017 untuk mempromosikan kendaraan ramah lingkungan. Toyota, Mazda Motor Corp, Nissan Motor Co dan Mitsubishi Motors Corp merupakan produsen Jepang yang sudah mendaftar untuk mendapat skema ini.

Indonesia sendiri sebenarnya memiliki kesempatan yang baik. Pasalnya, sudah ada Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang disahkan beberapa waktu lalu.

Bahkan Luhut Binsar Pandjaitan yang ketika itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menegaskan bahwa tidak ada keluhan terkait aturan ini.

“Sangat baik (respon pelaku industri), Saya surprise juga. Tidak ada (keluhan) karena kami membuat Perpres dengan mengacu pada perundangan di negara-negara lain. Perpres juga sangat bagus karena akan ada terobosan-terobosan baru terkait perpajakan sehingga membuatnya jadi lebih transparan,” ungkapnya.

Untuk turunan dari Perpres tersebut pun dikabarkan sedang dikerjakan oleh kementerian terkait, temasuk Kementerian Perindustrian. Tapi sayangnya hingga berita ini diturunkan aturan-aturan tersebut tak kunjung disahkan, sementara para pelaku industri khususnya otomotif di Tanah Air sudah menunggu dan telah siap untuk mendukungnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support