Suzuki Jimny Bermasalah di Eropa, Indonesia Dapat Berkahnya?

Mobil Baru

Suzuki Jimny Bermasalah di Eropa, Indonesia Dapat Berkahnya?

JAKARTA - Suzuki Jimny rencananya akan stop dijual di pasar Eropa karena masalah emisi gas buang, apakah Indonesia akan mendapatkan keuntungan dalam kondisi ini ?.

Dalam beberapa hari ini tersiar kabar bahwa Suzuki Jimny sedang punya masalah besar di Eropa. Hal ini terkait dengan standar emisi gas buang di Eropa makin ketat terutama yang akan berlaku di 2021.

Untuk diketahui, mulai 2021, semua mobil yang dijual di Eroa wajib memiliki rata-rata angka emisi gas buang 95 gram/kilometer CO2. Sementara Jimny yang memiliki mesin bensin 4 silinder berkode K15B berkapasitas 1.5-liter, memiliki angka emisi gas buang 154 g/km CO2 transmisi manual dan 170 g/km CO2  untuk transmisi otomatis.

Spekulasi dan pertanyaan bermunculan, terutama terkait pengalihan kuota Jimny untuk pasar Eropa ke Indonesia. Akankah ini akan menjadi angin segar terutama bagi para konsumen fanatik dari SUV legendaris ini ?. 

Seperti kita ketahui, waktu inden yang terbilang sudah tidak masuk akal untuk pemesanan sebuah mobil. Bagaimana mungkin, jika konsumen Indonesia memesan sekarang, Jimny idamannya baru bisa hadir di garasi mereka 20 tahun kemudian. Belum lagi terjadi lonjakan harga dari Suzuki Jimny yang terjadi di Indonesia.

Donny Saputra, Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) langsung menjawab spekulasi tersebut. Meski ada kemungkinan pengalihan kuota, namun hal tersebut juga tidak bisa sekejap teralisasikan.

"Tidak serta merta, karena unit Suzuki Jimny untuk pasar Eropa punya perbedaan spesifikasi dengan yang dijual di Indonesia," jelas Donny.

Namun demikian Donny menambahkan bahwa pihaknya tentu terus berupaya agar kuota untuk Indonesia terus bertambah. Upaya-upaya sudah dilakukan, namun belum ada kabar menggembirakan dari Suzuki Motor Corp. (SMC) Jepang.

"Sudah pasti kami mengupayakan agar suplay ke Indonesia jadi lebih besar, karena permintaan Jimny kan banyak. Namun sampai hari ini belum ada keputusan dari Jepang," tutup Donny. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar