Suzuki Bakal Minggat dari China Demi Fokus Pertahankan India

Berita Otomotif

Suzuki Bakal Minggat dari China Demi Fokus Pertahankan India

TOKYO – Suzuki bersiap meninggalkan pasar China agar dapat fokus mempertahankan pasar utama mereka yaitu India pada masa depan.

Suzuki , seperti dikabarkan NHK beberapa waktu lalu,  sudah mengumumkan rencana keluar dari ‘Negeri Tirai Bambu’ setelah bergumul di sana selama lebih dari 20 tahun. Seorang eksekutif Suzuki mengatakan bahwa mereka kini sedang mendiskusikan pembubaran perusahaan patungan (joint venture) Changan Suzuki Automobile Co.

Changan Suzuki termasuk perusahaan patungan otomotif pertama di China saat dibentuk pada 1993. Suzuki pun mengungkapkan telah mundur dari perusahaan patungan lain, Changhe Suzuki Automobile, yang memproduksi serta menjual mobil-mobil bermerek ini sejak 1995.

Mobil-mobil compact dan ekonomis Suzuki sempat merasakan popularitas saat pasar otomotif China masih berkembang. Puncak penjualan Suzuki sendiri terjadi pada 2011, saat mereka berhasil membukukan 220 ribu unit.

Setelahnya, transaksi jual-beli pabrikan berlogo ‘S’ ini terus menurun. Pada Januari – Mei 2018, penjualan mereka turun 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) menjadi cuma 21 ribu unit.

Sekretaris Jendral China Passanger Car Association Cui Dongshu menilai terpuruknya Suzuki di China disebabkan oleh kegagalan pabrikan ini memperkenalkan mobil-mobil lebih besar, seiring evolusi permintaan pasar negara tersebut. Suzuki ia sebut terlalu asyik dengan strategi mobil compact.

Alasan lain gagalnya Suzuki di pasar China adalah serangan model baru yang sangat sedikit. Selama 20 tahun terakhir, Suzuki hanya memperkenalkan empat model.

“Selain itu, dengan semakin banyaknya model mobil ekonomis yang beralih ke teknologi listrik, wajar jika Suzuki keluar dari China,” kata Cui menyinggung soal ketiadaan mobil listrik Suzuki.

Regulasi mobil listrik di China memang bakal menyulitkan Suzuki. Pasalnya, pemerintah negara komunis itu mewajibkan pabrikan-pabrikan otomotif untuk memproduksi mobil listrik dalam persentase tertentu mulai 2019.

Chairman Suzuki Osamu Suzuki, seperti dikutip dari Economic Times, mengatakan pangsa pasar Suzuki di India saat ini 50 persen. Mereka harus berusaha mempertahankan penguasaan pasar sebesar itu di pasar otomotif terbesar kelima sejagad tersebut pada 2030, saat mobil-mobil bermesin konvensional dilarang dijual dan digantikan oleh mobil listrik. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar