Survei: Situasi Pandemi Bikin Rencana Beli Mobil pada 2021 juga Ditunda

Berita Otomotif

Survei: Situasi Pandemi Bikin Rencana Beli Mobil pada 2021 juga Ditunda

JAKARTA – Situasi pandemi virus Corona (Covid-19) terkini membuat masyarakat Indonesia menunda pembelian kendaraan baru, baik sepeda motor maupun mobil. Bahkan, yang awalnya berniat melakukannya pada 2021 pun memundurkan rencana tersebut.

Situasi pandemi di Indonesia belum menunjukkan tren penurunan, dengan kasus positif Corona per 22 September 2020 menjadi 252.923 orang. Perekonomian terpukul dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun sudah merevisi target penjualan mobil 2020 dari 1,050 juta unit menjadi 600 ribu unit, dengan kemungkinan merevisinya lagi.

Ini mempengaruhi keinginan membeli kendaraan hingga tahun depan, menurut survei online terbaru MarkPlus Inc terhadap warga Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek (63 persen dari responden survei) maupun non-Jabodetabek (37 persen). Total respondennya sendiri 68 orang.


Sebanyak 44 persen dari responden tersebut tadinya ingin membeli mobil pada kuartal kedua 2021. Lalu, 29 persen di antaranya awalnya ingin mengakuisisi kendaraan pada kuartal satu tahun depan.

Ada pula yang ingin melakukannya pada kuartal keempat 2020 (19 persen), setelah kuartal kedua 2021 (3 persen), atau belum yakin ingin membeli kendaraan (5 persen).

“Kebanyakan dari responden sebenarnya berencana beli kendaraan di kuartal satu dan dua 2021. Tapi, sebanyak 87 persen menunda pembelian mereka,” kata James Djony, Senior Business Analyst MarkPlus Inc dalam diskusi virtual pada Selasa (22/9/2020).

Sebelumnya, pada masa awal pandemi virus Corona yang melanda Indonesia mulai Maret 2020, Mark Plus Inc juga membuat riset serupa. Hasilnya, banyak konsumen yang berniat membeli mobil pada 2020 memundurkannya ke 2021.


Lebih lanjut, lima alasan utama yang mereka kemukakan terkait penundaan pembelian mobil atau sepeda motor di tahun depan. Kelimanya terkait dengan pandemi maupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Alasan paling umum ialah untuk mempersiapkan dana darurat, sebanyak 87 persen dari responden yang menunda. Alasan kedua adalah penggunaan kendaraan yang terbatas karena PSBB, sebanyak 32 persen.

Dasar penundaan lainnya adalah pendapatan yang menurun akibat pandemi (31 persen), menghindari kontak fisik (14 persen), khawatir terhadap protokol kesehatan di dealer (9 persen).


“Banyak yang pendapatannya terpengaruh pandemi dan merasa beli mobil tak terlalu urgent (darurat),” tukas James.

Namun, kebanyakan dari mereka tetap memantau berita dan informasi terkait pasar otomotif serta produk-produknya. Ada tiga sumber informasi utama yang menjadi andalan mereka.

“Sebanyak 70 persen dari mereka tetap rutin mencari di internet, dari sales (tenaga penjualan), maupun teman-teman  mereka,” terang dia lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar