Sejenak Mengencani Ford Everest 2016

Review

Sejenak Mengencani Ford Everest 2016

CHIANG RAI – Dalam waktu dekat new Ford Everest 2016 akan dijual di Indonesia. Kami mendapatkan kesempatan mengendarainya selama sehari (30 Juli 2015) di Chiang Rai, sepanjang 140 kilometer, di aspal jalan raya dan pedesaan, serta lintasan offroad.

Seperti generasi sebelumnya, mobil baru akan diimpor secara utuh dari Thailand serta diproduksi di pabrik milik Ford dan Mazda, AutoAlliance Thailand (AAT), di Rayong.

Eksterior
Pada 2003, saya menjadi salah satu wartawan pertama Indonesia yang menunggangi Ford Everest, di Koh Chang, Thailand. Desain generasi perdana kotak (terasa kaku) seperti SUV-SUV Amerika kebanyakan dengan moncong besar (panjang dan lebar).

Kini, desainnya lebih menarik dan tampak lebih besar (berotot). Grille silver berbentuk trapezoid massif, tudung mesin terpahat, pelindung-bawah (undershield) silver serta fender berotot menghiasi bagian depan kendaraan.

Lampu-utama proyektor dikencani oleh LED daytime running lights (menyala sepanjang hari) untuk menegaskan sosoknya ketika para pengemudi lain melihatnya.   

Bagian tubuh samping mengurva menyatakan kesan aerodinamis. Kedua roda berukuran 20” menunjang kegagahan mobil. Untuk masuk-keluar kabin, Anda dimudahkan oleh sepasang papan (tangga)

Di atap tersedia sepasang rail. Sepasang panel moonroof melintas di atas para penumpang depan dan jok baris kedua.

Buritan kendaraan menghadirkan pintu terpahat dengan seksi – tidak lagi rata seperti SUV-SUV tradisional – dengan lampu kombinasi LED. Kaca belakang diapit oleh sepasang coakan yang bernama “kicker” – berfungsi mengurangi hambatan angin.

Secara keseluruhan, desain tubuh all-new Ford Everest 2016 lebih ‘gemuk’, enak dipandang, kekinian dan tidak lagi kaku.

Interior
Saat masuk ke dalam kabin Ford Everest 2016, kesan mewah dan modern langsung terasa. Kabin terasa luas, bahkan legroom jok baris kedua bisa digeser maju-mundur serta ruang kargo sangat berlimpah – bisa mencapai 2010 liter ketika seluruh jok kecuali 2 jok depan dilipat rata. (Baca: Keunggulan Kabin All-new Ford Everest).

Teknologi konektivitas SYNC 2 mengayakan kabin Everest 2016. Dengan SYNC 2, pengemudi bisa memberikan perintah via suara ke sistem hiburan, kontrol iklim (AC), dan menghubungkan mobile device. SYNC 2 jauh lebih canggih dan mudah dari generasi sebelumnya. Sistem audio-nya sendiri didukung oleh 10 speaker dan subwoofer.   

Teknologi dan Fitur
Salah satu keunggulan Ford Everest 2016 adalah kekayaan teknologi dan fitur keselamatan. Sebut saja 7 airbag, ESC, active park assist, dan lain-lain (lengkapnya di All-new Ford Everest Raup Teknologi Keselamatan).

Mesin dan Chassis
Ketika masuk ke Indonesia, Everest 2016 akan disodorkan dalam 2 pilihan mesin diesel VGT (variable geometry turbo): 2.2-liter 4-silinder dan 3.2-liter 5-silinder.

Mesin pertama melepaskan tenaga 118 kW dan torsi  385 Nm. Pilihan kedua menghasilkan tenaga 147 kW dan torsi 470 Nm.

Karakter suspensi Everest berbeda dengan saudaranya Ranger meski berbagi arsitektur T6. Suspensi depan dan belakang menganut coil spring dan poros belakang Watt’s linkage. Everest lebih nyaman dan lincah.

Di Jalan
Saya sangat terkesan ketika pedal gas diinjak untuk pertama kalinya untuk memulai perjalanan di Chiang Rai. Jelas, Everest baru memamerkan segala kebaruannya.

Begitu pedal gas diinjak mesin (kami mencoba 2.2-liter dan 3.2-liter) dengan sangat cepat meresponnya. Semakin dalam pedal diinjak semakin beringas mobil, namun tetap mudah dikendalikan di tikungan sekalipun.

Mesin diesel terkenal dengan dengkuran dan getaran, namun tidak dengan jantung mekanis Everest. Berkat pengaplikasian bahan-bahan peredaman berkualitas dan Active Noise Cancellation, kabin menjadi lebih kedap suara dibandingkan model sebelumnya.

Setir terasa tidak berat untuk diputar ketika mobil berjalan di kecepatan rendah dan memberat dengan baik di kecepatan lebih tinggi. EPAS (electric power-assisted steering) berbicara dalam hal ini.

Kenikmatan mengendarainya diperoleh dari Lane Departure Warning, di mana mencegah mobil keluar dari jalur. LDW menggunakan kamera menghhadap ke depan untuk marka jalan di depan. Dia akan memberikan getaran di setir jika mendeteksi mobil keluar jalur tanpa memberikan sinyal di kecepatan di atas 65 kph. Jika mobil tetap keluar dari jalurnya, maka Lane Keeping Aid mengaktifkan sistem steering elektronik guna memberikan intervensi torsi yang halus ke kemudi.

Kesimpulan
All-new Ford Everest 2016 layak ditunggu, di samping 2 kompetitornya yang akan keluar baru Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Namun, apakah dengan banyak teknologi dan fitur akan membuat harganya selangit? Kita lihat saja nanti. [Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 

 


 

 

 

  

 

  



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual