Diterpa Wabah Corona, dalam Kondisi Terburuk Produksi Mobil Indonesia Tahan 3 – 4 Bulan

Berita Otomotif

Diterpa Wabah Corona, dalam Kondisi Terburuk Produksi Mobil Indonesia Tahan 3 – 4 Bulan

JAKARTA – Rantai suplai produksi mobil di Indonesia saat ini masih belum terganggu, meski wabah virus Corona melanda ratusan negara.  Dalam kondisi terburuk, cadangan bahan baku aman dalam kurun tiga sampai empat bulan ke depan.

Seperti diketahui, wabah virus bernama resmi Covid-19 ini bermula dari Wuhan, China pada akhir 2019. Berdasarkan Situation Report terakhir dari World Health Organization (WHO), per Senin (9/3/2020) sudah lebih dari 100 negara terkena dengan total 109.577 kasus infeksi (3.993 tambahan kasus baru) serta jumlah kematian mencapai 3.809 kasus (225 kasus baru).

Wabah ini mempengaruhi ekonomi global, termasuk sektor otomotif. Pabrik-pabrik di China, Jepang, Korea Selatan dilaporkan tutup sementara.

Pelaku industri di Indonesia sudah menyuarakan kekhawatiran mereka. Salah satu eksekutif PT. Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa dalam jangka panjang, rantai suplai untuk produksi mobil di negara ini bisa terganggu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), industri otomotif sejauh ini masih mampu bertahan. Simpanan bahan baku juga masih cukup untuk tiga sampai bulan.

“Saya tadi konsultasi dengan Ketua Umum Gaikindo (red: Yohannes Nangoi) untuk tahu ada masalah atau tidak soal bahan baku terkait otomotif. Menurut Gaikindo, berdasarkan laporan dari anggota-anggota mereka, sejauh ini tidak ada masalah. Rata-rata industri masih punya cadangan bahan baku untuk tiga sampai empat bulan ke depan,” ucap Agus menjawab pertanyaan Mobil123.com ketika diwawancarai di sela-sela pameran GIICOMVEC 2020 baru-baru ini di Senayan, Jakarta.

Nangoi, yang menemani Agus berkeliling pameran, menambahkan tidak semua suplai bahan baku maupun komponen untuk produksi lokal berasal langsung dari China. Ada pula yang bersifat tidak langsung alias ‘mampir’ dulu ke negara lain untuk diproses, lalu negara itu mengirim Indonesia untuk dirakit.

"Jumlahnya (bahan baku dan komponen dari China) saya tidak hapal," pungkas dia.

Optimistis
Melihat ketersediaan bahan baku untuk produksi lokal mobil, Agus optimistis industri otomotif bisa melewati masa genting virus Corona dengan relatif aman. Waktu 3 - 4 bulan ia rasa cukup untuk pemulihan pabrik-pabrik otomotif global.

“Beberapa industri di China itu sudah mulai melakukan proses produksi. Jepang juga saya kira dalam waktu dekat akan normal kembali. Mudah-mudahan dalam 3 – 4bulan ke depan semua sudah normal sehingga saat industri butuh bahan baku lagi, bisa terpenuhi,” tutup Agus. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar